Operasi Zebra, 21.885 Kasus Pelanggaran Lalu Lintas di Sumut

Sembilan hari pelaksanaan Operasi Zebra Toba, sejak 26 November hingga 4 Desember 2014, terjadi 69 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara. 22 orang penggendara dinyatakan meninggal dunia, 44 orang mengalami luka berat dan 69 orang luka ringan.


Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Operasi Zebra Toba 2014, Kepala Subbid Publikasi Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyebut, paling banyak kasus lakalantas, terjadi di wilayah hukum Polres Asahan dan Polres Karo. Masing-masing terjadi tujuh kasus lakalantas.


"Dalam sembilan hari Ops Zebra Toba 2014, terbanyak kecelakaan di Jalinsum Asahan dan dijalanan Tanah Karo, masing-masing tujuh kasus Lakalantas. Di Asahan meninggal dunia lima orang, Luka Berat lima orang dan luka ringan empat. Sedangkan di Karo meninggal dunia satu orang, luka berat delapan orang dan, luka ringan lima orang," ujar Nainggolan kepada Tribun, Kamis (4/12/2014) malam, di Medan.


Nainggolan menyebut dari jumlah lakalantas tersebut, kerugian material diperhitungkan sekitar Rp 548.575.000,-


Sedangkan, pelanggaran terhadap lalu lintas terjadi sebanyak 21.885 kasus. Dilakukan tindakan langsung oleh petugas 18.251 lembar, dan teguran terhadap 3.634 pengemudi.


Nainggolan mengatakan, dibanding data Operasi Zebra Toba 2013, dengan waktu sembilan hari, pada tahun ini penindakan langsung (Tilang) naik 2,60 persen. Dimana, tahun 2013 terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 21.331 kasus. Dengan Tilang 18.328 lembar, dan yang ditegur sebanyak 3.093 pengemudi.


Operasi Zebra Toba 2014 ini akan berlangsung hingga 9 Desember mendatang. "Setelah kita lakukan ANEV (Analisa dan Evaluasi) usai operasi 9 Desember nanti, akan ketahuan berapa kendaraan yang tidak bertuan atau hasil curanmor," ujarnya.

0 comments:

Post a Comment