Hairdryer Treatment Alex Ferguson di Laga Perdana
Mantan penjaga gawang Manchester United yang kini bermain untuk Everton, Tim Howard, meluncurkan buku otobiografinya, The Keeper.
Dalam buku tersebut, selain pengalaman-pengalamannya sebagai penjaga gawang di kompetisi Major League Soccer (MLS), English Premier League (EPL), maupun saat membela Amerika Serikat di berbagai ajang, Howard juga menuturkan berbagai hal unik yang ia alami. Satu di antaranya adalah merasakan "Hairdryer Treatment", sasaran amuk pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.
"Seluruh pemain United, mereka yang senior maupun junior, pemain rata-rata maupun bintang, merasakan itu. Namun tidak ada yang seperti saya. "Hairdryer Treatment" saya dapatkan di pertandingan pertama saya bersama United," kata Howard dalam wawancara dengan Daily Mirror di Kota Liverpool, Inggris, Kamis (04/12/2014).
"Hairdryer Treatment" merupakan istilah yang diberikan wartawan olahraga di Inggris untuk menggambarkan betapa dahsyat amuk Ferguson. Istilah yang dilahirkan berdasarkan "pengakuan" para pemain besar United semacam Roy Keane, Garry Neville, dan David Beckham. "Begitu dekatnya dia berteriak di telingamu, hingga embusan nafasnya akan membuat rambutnya berkibar," kata Keane.
Tim Howard merasakan "Hairdryer Treatment" di kamar ganti Millenium Stadium, Cardiff, pada saat jeda laga Community Shield musim 2003-2004. Howard yang baru direkrut dari New York Redbull Metro Star, gagal menghempang tendangan bebas megabintang Arsenal saat itu, Thierry Henry.
"Saya telah berupaya sangat keras. Saya tahu bola akan diarahkan Henry ke tiang jauh, tapi bola tendangannya terlalu cepat. Sir Alex tidak sepakat. Dia menyalahkan dinding yang terdiri dari tiga pemain. Menurutnya untuk sekelas Henry, minimal harus empat pemain. Dia juga menyebut saya terlalu lambat," tulis Howard.
Paham perangai Ferguson lewat informasi yang diperolehnya dari rekan-rekannya, Howard memilih diam dan membiarkan master asal Skotlandia itu melampiaskan amarahnya. Begitu pun Howard tetap tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Terutama kalimat-kalimat terakhir Ferguson yang menurutnya sangat menohok.
"If you cannae handle the f*****g stage', I'll send you right back to the MLS. You're not in America anymore, son."
Namun ajaib, sebut Howard, "Hairdryer Treatment" ini tidak melemahkan semangatnya. Justru sebaliknya, menjadi pelecut semangat. Howard menjadi pahlawan pada laga yang harus diakhiri dengan adu tendangan penalti ini. Ia sukses menahan eksekusi Giovanni van Bronckhorst dan Robert Pires.
Pindah ke Everton sejak tahun 2007, Tim Howard, kini 35 tahun, masih merumput di EPL. Total ia sudah bermain di 356 pertandingan.(*)

0 comments:
Post a Comment