Komisi B Dukung Kenaikan Anggaran Kesehatan Khusus TB
Dewan pimpinan rakyat daerah (DPRD) Kota Medan mendukung sepenuhnya kenaikan anggaran kesehatan khususnya untuk penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB). Hal ini disampaikan oleh Ketua komisi B DPRD Medan, H Irsal Fikri saat menerima audiensi dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut beserta rombongan di ruang rapat Komisi B DPRD Medan Jalan Kapt Maulana, Selasa (2/12/2014).
Ketua pimpinan wilayah Aisyiyah (PWA) Sumut, yang diwakili oleh Hj Radesnir menjelaskan, bahwa kedatangan audiensinya tersebut untuk meminta dukungan dari DPRD Medan terkait alokasi anggaran kesehatan khususnya TB, yang pada tahun 2014, masih minim.
"Berdasarkan data dari tim peneliti analisa situasi TB di kota Medan, bahwa untuk anggaran TB pada tahun 2014 sebesar 211 juta lebih, dan itu sangat sedikit mengingat angka temuan TB yang relatif tinggi di Kota Medan,” ujar Radesnir
Radesnir yang juga kepala Sub Recipient (SR) Community TB Care Aisyiyah sumut menjelaskan, bahwa Aisyiyah sudah melakuakan penanggulangan TB sejak pada tahun 2011 yang lalu, yang sudah menemukan orang yang terduga TB sebanyak 6 ribu, dan yang positif 1203 pasien , 471 dinyatakan sembuh dan selebihnya masih dalam masa pengobatan.
“Selama ini kita menjadi mitra pemerintah dalam penanggulangan TB, obat sudah gratis dari pemerintah, namun saja belum ada anggaran yang diperuntukkan untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien positif TB misalnya dengan memberikan makanan tambahan dan vitamin, yang umumnya pasien tersebut berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Koordinator Program TB Care Aisyiyah, Ridha Yuanita menjelaskan bahwa program ini melatih kader untuk menemukan orang yang terduga TB hingga menyembuhkannya, begitu juga melatih pengawas menelan obat untuk keluarga pasien.
“Makan obat TB itu minimal, selama enam bulan kalau dibiarkan terus menerus bisa berubah kategori yakni TB MDR (Multi Drug Resistence) yang sukar untuk disembuhkan karena pengobatannya selama 2 tahun plus disuntik, “ ujar perempuan berkaca mata ini.
Oleh sebab itu, dengan audiensi ini,pihaknya memohon dukungan kepada DPRD Medan khususnya Komisi B untuk lebih peduli dengan penanggulangan penyakit TB, karena penyakit ini sangat menular dan merugikan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Medan, H Irsal Fikri mengapresiasi audiensi dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut terutama dalam hal advokasi anggaran kesehatan khususnya TB di Dinas Kesehatan Kota Medan.
“Melihat data anggaran yang kecil seperti ini dan angka temuannya yang banyak, maka alokasi anggaran sebesar itu kurang manusiawi karena tidak sampai 1 persen, Insya Allah masukan dari Aisyiyah sangat bermanfaat bagi dewan,” kata Irsal
Politisi PPP ini pun berupaya agar nantinya jika ada Rapar Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Kota Medan, agar memasukkan program TB lebih banyak pada P- APBD 2015 dan untuk jangka panjang pada persiapan APBD 2016.
Begitu juga disampaikan oleh, Anggota Komisi B DPRD Medan, Surianto yang menyebutkan, bahwa DPRD siap mendukung dan mengawal proses kenaikan anggaran kesehatan khususnya TB di Kota Medan.
Ketua pimpinan wilayah Aisyiyah (PWA) Sumut, yang diwakili oleh Hj Radesnir menjelaskan, bahwa kedatangan audiensinya tersebut untuk meminta dukungan dari DPRD Medan terkait alokasi anggaran kesehatan khususnya TB, yang pada tahun 2014, masih minim.
"Berdasarkan data dari tim peneliti analisa situasi TB di kota Medan, bahwa untuk anggaran TB pada tahun 2014 sebesar 211 juta lebih, dan itu sangat sedikit mengingat angka temuan TB yang relatif tinggi di Kota Medan,” ujar Radesnir
Radesnir yang juga kepala Sub Recipient (SR) Community TB Care Aisyiyah sumut menjelaskan, bahwa Aisyiyah sudah melakuakan penanggulangan TB sejak pada tahun 2011 yang lalu, yang sudah menemukan orang yang terduga TB sebanyak 6 ribu, dan yang positif 1203 pasien , 471 dinyatakan sembuh dan selebihnya masih dalam masa pengobatan.
“Selama ini kita menjadi mitra pemerintah dalam penanggulangan TB, obat sudah gratis dari pemerintah, namun saja belum ada anggaran yang diperuntukkan untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien positif TB misalnya dengan memberikan makanan tambahan dan vitamin, yang umumnya pasien tersebut berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Koordinator Program TB Care Aisyiyah, Ridha Yuanita menjelaskan bahwa program ini melatih kader untuk menemukan orang yang terduga TB hingga menyembuhkannya, begitu juga melatih pengawas menelan obat untuk keluarga pasien.
“Makan obat TB itu minimal, selama enam bulan kalau dibiarkan terus menerus bisa berubah kategori yakni TB MDR (Multi Drug Resistence) yang sukar untuk disembuhkan karena pengobatannya selama 2 tahun plus disuntik, “ ujar perempuan berkaca mata ini.
Oleh sebab itu, dengan audiensi ini,pihaknya memohon dukungan kepada DPRD Medan khususnya Komisi B untuk lebih peduli dengan penanggulangan penyakit TB, karena penyakit ini sangat menular dan merugikan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Medan, H Irsal Fikri mengapresiasi audiensi dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut terutama dalam hal advokasi anggaran kesehatan khususnya TB di Dinas Kesehatan Kota Medan.
“Melihat data anggaran yang kecil seperti ini dan angka temuannya yang banyak, maka alokasi anggaran sebesar itu kurang manusiawi karena tidak sampai 1 persen, Insya Allah masukan dari Aisyiyah sangat bermanfaat bagi dewan,” kata Irsal
Politisi PPP ini pun berupaya agar nantinya jika ada Rapar Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Kota Medan, agar memasukkan program TB lebih banyak pada P- APBD 2015 dan untuk jangka panjang pada persiapan APBD 2016.
Begitu juga disampaikan oleh, Anggota Komisi B DPRD Medan, Surianto yang menyebutkan, bahwa DPRD siap mendukung dan mengawal proses kenaikan anggaran kesehatan khususnya TB di Kota Medan.

0 comments:
Post a Comment