Agatha Lawan Ketabuan Jadi Fotografer Perempuan

Fotografer perempuan tak boleh kalah dengan fotografer laki-laki. Sesulit apa medan yang dilewati, sejauh apa daerah yang dituju, Agatha Anne Bunanta ingin menunjukkan ia bisa melalui semua itu dengan kerja keras dan melawan ketabuan.


Agatha pernah merasakan dispesialkan menjadi wanita, alias tidak dibolehkan ke sana ke sini karena orang sekitarnya khawatir, ia tidak akan mampu melewati medan yang keras, asing, belum lagi tingkat kebahayaan mengambil fotonya besar.


 Tapi, akhirnya ia berhasil menjelaskan kepada orang terdekatnya bahwa menjadi fotografer tidak sesulit itu, ia seperti berwisata dan menuangkan art feelingnya. Urusan kesulitan, patut dicoba dulu karena jika laki-laki bisa, lalu kenapa perempuan dibatasi.


"Akhirnya sekarang semua mendukung, karena di zaman modern gini mana boleh mengkotak-kotakan genre lagi. Kemana fotografer laki-laki bisa ambil foto, saya juga juga ambil foto di sana. Tidak terasa sudah banyak negara yang saya kunjungi, karena fropesi ini," katanya.


Menurutnya kecintaannya pada fotografer berawal dari hobi travelingnya. Dia sangat menyukai wisata, melihat pemandangan alam, mengikuti kegiatan masyarakat sekitar tempat wisata, dan berbaur bersama anak-anak setempat. Berkat bergaul dengan anak-anak di tempat yang dikunjunginya pula Agatha berhasil memenangkan juara I pada penghargaan Salonfoto Indonesia beberapa waktu lalu.


(

0 comments:

Post a Comment