Showing posts with label Fotografer. Show all posts
Showing posts with label Fotografer. Show all posts

Disebut Ahok Pernah Kampanye Negatif, Sekda Tepuk Jidat



Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah langsung menepuk jidatnya ketika dimintai tanggapan soal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang kampanye negatif terhadap pasangan Joko Widodo-Ahok di Pilkada DKI 2012.

Tak hanya menepuk jidatnya, Saefullah juga tertawa mendengar pertanyaan wartawan padanya.
"Yang bilang siapa itu?" tanya Saefullah, di Balaikota, Kamis (11/12/2014).

"Pak Ahok (Basuki), Pak," jawab wartawan.

"Aduh," kata Saefullah seraya menepuk jidatnya.

Tak ada lagi kata-kata yang terucap dari mulut mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu. Bersama para pejabat DKI lainnya, seperti Kepala Bappeda DKI Andi Baso Mappapoleonro dan Kepala BPKD DKI Heru Budi Hartono, Saefullah melangkah menuju Gedung DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya Ahok mengatakan memiliki daftar pejabat maupun PNS DKI mana saja yang dahulu pernah melakukan kampanye negatif terhadap dirinya dengan Joko Widodo saat Pilkada DKI 2012 lalu. Meskipun demikian, Ahok mengaku bukan orang pendendam.

Menurut Ahok, karena sikapnya itu banyak pendukungnya merasa kecewa karena dia memberi perlakukan sama kepada para PNS pendukung Jokowi-Ahok maupun pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Agatha Lawan Ketabuan Jadi Fotografer Perempuan

Fotografer perempuan tak boleh kalah dengan fotografer laki-laki. Sesulit apa medan yang dilewati, sejauh apa daerah yang dituju, Agatha Anne Bunanta ingin menunjukkan ia bisa melalui semua itu dengan kerja keras dan melawan ketabuan.


Agatha pernah merasakan dispesialkan menjadi wanita, alias tidak dibolehkan ke sana ke sini karena orang sekitarnya khawatir, ia tidak akan mampu melewati medan yang keras, asing, belum lagi tingkat kebahayaan mengambil fotonya besar.


 Tapi, akhirnya ia berhasil menjelaskan kepada orang terdekatnya bahwa menjadi fotografer tidak sesulit itu, ia seperti berwisata dan menuangkan art feelingnya. Urusan kesulitan, patut dicoba dulu karena jika laki-laki bisa, lalu kenapa perempuan dibatasi.


"Akhirnya sekarang semua mendukung, karena di zaman modern gini mana boleh mengkotak-kotakan genre lagi. Kemana fotografer laki-laki bisa ambil foto, saya juga juga ambil foto di sana. Tidak terasa sudah banyak negara yang saya kunjungi, karena fropesi ini," katanya.


Menurutnya kecintaannya pada fotografer berawal dari hobi travelingnya. Dia sangat menyukai wisata, melihat pemandangan alam, mengikuti kegiatan masyarakat sekitar tempat wisata, dan berbaur bersama anak-anak setempat. Berkat bergaul dengan anak-anak di tempat yang dikunjunginya pula Agatha berhasil memenangkan juara I pada penghargaan Salonfoto Indonesia beberapa waktu lalu.


(