Ada Lomba Angkat Durian, Panitia Siapkan Tim Medis
Panitian Festival Durian yang rencananya akan digelar 6-7 Desember nanti di Lapangan Benteng, Medan, akan menyiapkan tenaga medis untuk mengantisipasi pengunjung yang tidak siap menyantap durian.
"Kami sudah menyiapkan tenaga medis. Karena nanti ada berbagai perlombaan seperti lomba mengangkat durian dan lomba makan durian. Jadi sudah kami perhitungkan juga itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut E Marbun saat konferensi pers di Kantor Gubernur, Kamis (4/12/2014).
Selain telah menyiapkan tenaga medis untuk mengantisipasi ekses makan buah dengan kandungan kolesterol tinggi ini, saat Festival sponsor juga akan menyediakan minuman teh yang dapat mengontrol kadar kolesterol.
Elisa menjelaskan, kegiatan festival itu dihadiri 39 stand diantaranya pameran produk ekonomi kreatif Dinas Budpar Sumut, Dinas UKM Sumut, Pertanian Sumut, Unimed, gerai Souvenir dan batik Gorga, makanan khas batak, manisan khas Medan, Disperindag Sumut, Geopark stand, dan gerai songket Batak.
Dia juga optimis kalau event ini juga akan dijadikan sebagai event tahunan dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lokal. Berdata data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kunjungan wisatwan melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu Internasional, Pelabuhan Laut Belawan, dan Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan, jumlah wisatawan yang masuk ke Sumut sebanyak 212.718 orang per Januari-Oktober 2014. Pada periode sama di tahun 2013 jumlah kunjungana wisatwan hanya 201.109 orang.
Kadisbudpar Sumut yang didampingi Direktur Sumatera Woman Foundation, Nova Zein menambahkan untuk mempromosikan event itu panitia sudah menjual paket wisata ke wisatawan Rp 800.000 per orang selama dua hari satu malam. Paket itu, ucapnya, diminati wisatawan dalam dan luar negeri.
"Sampai saat ini 1.827 orang sudah mendaftar untuk ikut makan durian dengan paket Rp 50.000. Kita mengajak seluruh gerai durian yang ada di Medan untuk berkumpul. Ada sekitar 8.000 butir durian yang dipersiapkan. Satu hari 4.000 buah durian," katanya.
"Kami sudah menyiapkan tenaga medis. Karena nanti ada berbagai perlombaan seperti lomba mengangkat durian dan lomba makan durian. Jadi sudah kami perhitungkan juga itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut E Marbun saat konferensi pers di Kantor Gubernur, Kamis (4/12/2014).
Selain telah menyiapkan tenaga medis untuk mengantisipasi ekses makan buah dengan kandungan kolesterol tinggi ini, saat Festival sponsor juga akan menyediakan minuman teh yang dapat mengontrol kadar kolesterol.
Elisa menjelaskan, kegiatan festival itu dihadiri 39 stand diantaranya pameran produk ekonomi kreatif Dinas Budpar Sumut, Dinas UKM Sumut, Pertanian Sumut, Unimed, gerai Souvenir dan batik Gorga, makanan khas batak, manisan khas Medan, Disperindag Sumut, Geopark stand, dan gerai songket Batak.
Dia juga optimis kalau event ini juga akan dijadikan sebagai event tahunan dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan lokal. Berdata data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kunjungan wisatwan melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu Internasional, Pelabuhan Laut Belawan, dan Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan, jumlah wisatawan yang masuk ke Sumut sebanyak 212.718 orang per Januari-Oktober 2014. Pada periode sama di tahun 2013 jumlah kunjungana wisatwan hanya 201.109 orang.
Kadisbudpar Sumut yang didampingi Direktur Sumatera Woman Foundation, Nova Zein menambahkan untuk mempromosikan event itu panitia sudah menjual paket wisata ke wisatawan Rp 800.000 per orang selama dua hari satu malam. Paket itu, ucapnya, diminati wisatawan dalam dan luar negeri.
"Sampai saat ini 1.827 orang sudah mendaftar untuk ikut makan durian dengan paket Rp 50.000. Kita mengajak seluruh gerai durian yang ada di Medan untuk berkumpul. Ada sekitar 8.000 butir durian yang dipersiapkan. Satu hari 4.000 buah durian," katanya.

0 comments:
Post a Comment