Polisi Diusir Warga, Hindari Kericuhan Tim PRC Kembali ke Markas
Mendapat kabar soal adanya aksi kerusuhan susulan di rumah tersangka penyiksaan dan pembunuhan pembantu, Syamsul Anwar dan Radika di Jl Madong Lubis/Jl Beo, Lingkungan XI, Sidodadi Medan Timur, sepasukan petugas reaksi cepat (PRC) Sabhara Polresta Medan tiba ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor trail.
Melihat kedatangan petugas, satu persatu warga yang semula bersorak sorai mundur beberapa langkah dari rumah Syamsul. Namun, berselang 15 menit kemudian, warga kembali mendekat sehingga petugas kerap menggeber-geber motor trailnya.
"Sudah, bubar-bubar. Enggak ada apa-apa di sini. Apalagi yang mau kalian tengok. Udah enggak ada apa-apa," teriak salah seorang petugas yang tampak mengendarai motor trail, Kamis (4/12/2014) sore.
Mendengar hal itu, warga bukannya bubar. Mereka kembali bersorak sorai di lokasi kejadian.
"Di ruko 10 C itu ada mayat pak. Tengok lah pak," teriak ratusan warga. Kapolsekta Medan Timur, Kompol Juliani Prihartini yang berada di lokasi kembali menyanggah tudingan warga.
"Enggak ada apa-apa bu, pak. Sudah saya cek kok ke dalam rukonya. Rukonya kosong pak, bu," kata Juliani.
Meskipun mendapat pengarahan, warga tetap berkumpul. Bahkan, jumlah warga semakin bertambah. Melihat kerumunan warga, petugas PRC pun kembali gerah.
Mereka meminta warga bubar. "Udah pak, bapak aja yang pulang. Woiii, pulang aja sana. Pulang," teriak warga sembari mengusir petugas PRC.
Karena tak ingin terjadi kericuhan, petugas pun akhirnya bubar dan kembali ke markasnya. Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipadati sesak ratusan warga.

0 comments:
Post a Comment