Showing posts with label Pelaku. Show all posts
Showing posts with label Pelaku. Show all posts

Pelaku Aborsi Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Dua tersangka kasus aborsi yang menyebabkan korbannya meninggal dunia masing-masing Murlinawati Tanjung alias Lina (38) warga Jl Darussalam No 40 dan rekannya Ratnawati (40) warga KM 12 Medan-Binjai diancam dengan pasal berlapis. Hal itu diungkapkan Kapolsekta Medan Baru, Kompol Ronni Nicholas Sidabutar ketika ditemui Tribun, Jumat (5/12/2014).


Menurut Ronni, kedua tersangka diancam dengan Pasal 284 KUHPidana dan Pasal 194 KUHPidana. "Selain kedua pasal tersebut, kedua tersangka juga kita kenakan Undang-Undang kesehatan. Keduanya terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara," ujarnya.


Saat melakukan aborsi, sambung Ronni, korbannya Renny Zahara (32) warga Jl Sei Rokan No52, Babura Sunggal tengah mengandung janin berusia satu setengah bulan. "Aborsi dilakukan di kamar 144 Lee Garden (LG). Ketika aborsi berlangsung, korban akhirnya meninggal dunia," ujar mantan Kapolsekta Medan Barat ini.


Sementara itu, tersangka Lina ketika diwawancarai Tribun mengaku dirinya dipaksa oleh korban. Saat itu, kata dia, rekannya Ratnawati berulangkali menghubungi nomor ponselnya.


"Saya bolak-balik ditelfon mereka pak. Awalnya saya sudah enggak mau," ujar tersangka. Karena korban terus mendesak, ia pun kemudian bertemu dengan korban.


"Waktu itu mereka ke rumah minta tolong. Terus saya hubungi teman saya FS (DPO)," ujarnya. Setelah sepakat, mereka pun bertemu di hotel dan club malam LG Jl Nibung Baru.


"Disitu yang melakukan aborsi FS. Saya enggak ikut. Sebelum aborsi, korban juga sudah sering minum jamu," ungkap tersangka dengan wajah ketakutan.

Mau Nangkap Pelaku Ranmor, Polisi Temukan Narkoba

Unit Jatanras Polres Binjai, berhasil mengamankan sabu-sabu sekitar 0,79 gram, ganja 4 Ons, puluhan pelastik klip, empat unit sepeda motor  dan sebuah soft gun serta parang.Namun dalam operasi penangkapan tersebut pelaku berhasil melarikan diri saat dilakukan penyergapan disebuah rumah Jalan Anggerek, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (3/12/2014).Informasi dilapangan, penggerebekan dilakukan Unit Jatanras ini berawal dari kecurigaan petugas, ketika melihat motor  jenis Mio BK 2885 RAH yang dikendaraai salah seorang diketahui berinisial D. Petugas yang saat itu berjumlah 2 orang melakukan pengintaian dan mengikuti pelaku yang dicurigai sebagai ranmor ini. Hingga dilokasi, salah satu rumah bercat orange, petugas langsung menghentikan D dan rekanya R, ketika hendak masuk ke dalam rumah. Namun, penghentian ini malah membuat keduanya berusaha menantang petugas. Bahkan aduh jotos nyaris terjadi dilokasi padat penduduk ini. Sayang, saat akan dilakukan penangkapan. Kedua tersangka terduga pemilik barang barang berhasil kabur dari sekapan. Kedua personil ini akhirnya menghubungi Kanit Jatanrsa Iptu Rudi Lapian yang berkoordinasi dengan Kasat Reskrim AKP Henny Tambunan. Dimana Iptu Rudi Lapian, bersama beberapa anggota lain langsung turun ke lokasi kejadian. Mereka lalu memanggil pihak Kelurahan yang diwakili Sekertaris Lurah untuk melakukan pengeledahan dari dalam rumah yang dicurigai. Ternyata kecurigaan petugas benar adanya. Rumah kontrakan dua pintu yang baru saja ditempati D, ditemukan barang bukti narkoba dan senjata lainya. Dimana ganja, ditemukan dibawah kolong tempat tidur. Sedangkan soft gun jenis FN ditemukan dalam lemari terduga pemilik barang dan parang di dapur serta timbangan serta sabu juga didalam lemari pelaku. Hingga kini pelaku tengah diburu petugas kepolisian. Sementara barnag bukti diamankan ke Polres Binjai, guna menjadi barang bukti. Beberapa warga disana mengakui, kalau tidak mengetahui aktifitas dari pelaku sendiri. Sebab, pelaku sendiri baru sekitar seminggu berada di rumah tersebut. Menurut warga,. memang tidak ada aktifitas yang mencurigakana dari dalam rumah. Sebab, rumah sendiri kerap ditingal kosong oleh D. "Gak kenal saya pak, soalnya dia baru sekitar semingu ini mengontrak disana. Rumahnya juga sering kosong pak," terang tetangga sebelah rumah tersangka. Kasat Reskrim AKP Hennry Tambunan didampingi Kanit Jatanras Iptu Rudi Lapian mengakui, sejauh ini masih terus melakukan pemburuan terhadap kedua pelaku yang namanya sudah mereka kantongi. Sementara, barang bukti akan diserahkan ke unit Narkoba untuk sekiranya diamankan. Terpisah Kasat Narkoba AKP PS Simbolon mengatakan, kalau pihaknya juga tengah bekerjasama dengan unit Jatanras akan melakukan penangkapan terhadap tersangka."Maih kita lakukan pengejaran.  Kalau memang tertangkap, kita bisa menjeratnya dengan pasal kepemilikan narkoba. Karena barang bukti ada didalam rumahnya," tegas dia, sembari mengaku akan melakukan pengembangan terkait kasus ini. Sebab, tersangka sendiri sempat ditahan.

BREAKING NEWS: Kapolres Binjai Bantah Pelaku dari Armed

BREAKING NEWS: Kapolres Binjai Bantah Pelaku dari ArmedDandim 0203 Langkat Letkol Inf Agusman Heri sedang mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (20/11/2014) malam 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kapolres Binjai AKBP Marcelino Sampaw berang dengan pemberitaan di media online yang mengatakan pelaku merupakan oknum Armed. "Jangan cepat kali, buat diduga, tadi kemana waktu temu pers," kata Kapolres Binjai saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Kamis (20/11/2014). (Baca:BREAKING NEWS: Pemilik Warung: Bulan Lalu Mereka Sempat Adu Mulut)

Sebelumnya, Brigadir Beni Sihombing (32) Warga Jalan Juanda Gang Pasir Kel Mencirim, Kec Binjai Timur Anggota Gegana Kompi A Brimob Medan tewas ditikam saat duduk disebuah warung tuak di Jalan Juanda, Kel Mencirim Kec Binjai Timur. (Baca: BREAKING NEWS: Warga Ramaikan Lokasi Kejadian Pembunuhan)

Korban tewas, dengan kondisi luka tusuk sangkur di bagian dada sebelah kiri. Saat ini jenazah korban sedang berada di RS Latersia Jalan Soekarno Hatta Km 18. Pelaku sendiri yang kini buron diduga anggota dari kesatuan Armed bernama Akhir.

Menurut keterangan dari Benget Simatupang, pemilik warung tuak dan beberapa warga disana, diduga motif dari penikaman karena korban sendiri sempat berselisih paham dengan pelaku sekitar sebulan lalu.

"Gak tahu motifnya, tapi sebulan lalu korban dan pelaku sempat cekcok," kata Benget Simatupang sang pemilik warung tuak tempat korban dan pelaku baku hantam kepada www.tribun-medan.com, Kamis (20/11/2014) malam.

Diduga pelaku merupakan Anggota TNI dari Satuan Armed bernama Akhir. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait kasus tersebut. Namun www.tribun-medan.com masih terus berupaya mencari keterangan lebih lanjut.

(ari/tribun-medan.com)

Ikuti perkembangan Breaking News Tribun di Harian Tribun Medan Edisi Jumat (21/11/2014) BESOK



View the original article here



Peliculas Online