Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

USBI Hadirkan Open House di Medan

Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) yang saat ini bernama The Sampoerna University, Sabtu (6/12/2014) akan mengadakan Open House di Grand Serela Medan. Open house tersebut bertujuan untuk menjaring siswa yang ada di Medan yang ingin melanjutkan kuliah ke USBI atau The Sampoerna University.


Henky wijaya, head manager putera sampoerna foundation didampingi officer putera sampoerna foundation Chris Tobing dan staf putera sampoerna foundation putera sampoerna foundation Marcillia saat berkunjung ke kantor Redaksi Tribun Medan, Jumat (5/12/2014) mengatakan, Open House tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang ada di Medan yang ingin melanjutkan kuliah bertaraf internasional dengan biaya yang cukup terjangkau.


“Open House ini tidak hanya kita lakukan di Medan, tetapi di beberapa kota seperti Pekanbaru dan Jakarta. Di Open House tersebut seperti tes masuk karena siswa yang medaftar akan diberikan beberapa tes dan interview dari itu akan dipilih siswa yang memenuhi criteria,” ujar Henky.


Ia menuturkan, walaupun di open house tersebut akan dilakukan beberapa tes namun kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh siswa yang pintar saja. Karena penilaian yang dilakukan tidak hanya dari segi nilai belajar tetapi juga dari beberapa hal seperti interview dan melhat apakah siswa tersebut memilki percaya diri yang tinggi dan memiliki jiwa leadership.


“Alasan kita memilih Medan sebagai salah satu lokasi open house kita karena beberapa kali melakukan kunjungan ke Medan kita melihat masyarakat Medan cukup antusias,” tuturnya.

Kepsek SMK Grafika Medan: Seharusnya Kurikulum 2013 Diberi Waktu Lebih

Kepala Sekolah SMK Grafika Bina Medan Frida Sipayung berharap pemerintah memberlakukan kurikulum pengganti Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran baru.


“Inilah yang buat saya bingung. Apakah penerapan peraturannya dimulai semester depan atau tahun ajaran baru nanti?” katanya saat dihubungi, Sabtu (6/12/2014).


Sipayung yang mengaku belum menerima surat edaran terkait kebijakan baru ini mengaku mahfum jika banyak guru yang senang jika Kurikulum 2006 kembali diterapkan karena mereka tinggal kembali ke sistem yang sudah lama mereka pahami.


Sekolahnya sendiri baru semester ini menerapkan Kurikulum 2013. Meskipun belum total menerapkan, ia percaya kurikulum yang diterapkan pada masa Menteri M Nuh ini sebenarnya sudah dijalankan sejak lama oleh para guru.


“Kami masih belajar (Kurikulum 2013). Sebenarnya para guru sudah lama melakukan yang diminta di Kurikulum 2013. Tapi, selama ini tidak secara eksplisit,” katanya.


Secara pribadi, ia setuju dengan ide dan konsep pendidikan dalam Kurikulum 2013 karena menekankan pendidikan moral luhur kepada para siswa. Ia berharap semangat yang terkandung dalam Kurikulum 2013 dapat diteruskan dimasa mendatang.  


“Seharusnya, Kurikulum 2013 diberikan waktu lebih. Tapi, jika pemerintah sudah memutuskan yang lain, tidak mungkin kami melawan,” katanya.

Sertakan Film Pendekmu Dalam Festival Turun Tangan Medan

 Sebagai kegiatan yang full volunteer atau juga relawan non rupiah, Turun Tangan Medan bergerak atas kesadaran sendiri untuk skala nasional. Bahkan ia menuturkan untuk semua Turun Tangan Indonesia, Medan lah yang paling aktif dengan beragam kegiatan. Bahkan agenda satu belum selesai, agenda-agenda lainnya sudah menunggu.


Saat ini,Turun Tangan juga sedang mengadakan festival dimana keuntungannya akan disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap orang bisa mengirimkan film pendek, video instagram dengan tema nasionalisme.


Pendaftaran dimulai 27 November hingga 20 Desember. Pengumumannya akan disampaikan tepat pada satu tahun usia Turun Tangan Medan.


“Januari tahun depan kita sudah berusia satu tahun. Jadi kita juga adakan kegiatan-kegiatan untuk merayakan anniversary kita,” kata Koordinator Turun Tangan Wilayah Medan, Kurnia Ramadhana, Sabtu (6/12/2014).


Bagi Anda yang ingin tergabung di Turun Tangan Medan, Anda bisa mengikuti pertemuannya setiap Jumat di Jalan STM/ Suka Ramai Nomor 9 Medan. Anda juga bisa melihat ragam kegiatan komunitas ini di twitter @turuntanganMDN dan instagram turuntanganmdn.

Intip Hobi Istri Kasim Siyo, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Panca Budi Medan

Yuniar, istri Kasim Siyo, memiliki hobi membeli benda kenang-kenangan ketika berkunjung keluar negeri. Ia mengisi rumah dengan pajangan-pajangan plakat, kristal dan keramik yang dibeli dari berbagai negara seperti Belanda, Paris, Turki, Singapura, Jepang, Bangkok, Australia, Budapest, Austria, dan beberapa negara lainnya.


Selain pajangan yang dikoleksi di dalam lemari khusus, ada juga hiasan tempel kulkas yang berbentuk benda khas negara yang dikunjunginya.


"Saya suka menata lemari yang berisikan koleksi benda-benda kecil seperti plakat, kristal dan piring-piringan yang berbacaan khas negara yang saya kunjungi. Ada puluhan koleksi, senang aja lihatnya karena di sini tidak akan dijumpain," kata Yuniar.


 Menurutnya, benda-benda tersebut ia dapatkan sewaktu menemani suaminya melakukan kunjungan ke luar negeri saat menjabat menjadi Komisaris Utama Bank Sumut selama dua periode, dan bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan di Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (sil/tribun-medan.com)

SMA Negeri 1 Medan Siap Hadapi Kurikulum Baru

 Keputusan Menteri Pendidikan yang menghentikan Kurikulum 2013 ditanggapi tenang oleh SMA Negeri 1 Medan. Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bidang Kurikulum Sabar mengatakan, sekolahnya telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak awal. Awalnya, para guru dan siswa memang membutuhkan adaptasi. Namun, saat ini kurikulum tersebut sudah berlaku penuh di sekolahnya.


Menurut Sabar, para guru di sekolahnya menjadi fasilitator pelatihan Kurikulum 2013 untuk para guru-guru di tujuh belas sekolah di sub-rayon yang sama. Namun, pelatihan belum merata.


“Untuk sekolah yang lain kan pemberlakuan Kurikulum 2013 wajib dimulai tahun ini. Tapi, guru-gurunya banyak yang belum mendapat pelatihan. Beberapa karena dilarang Yayasan-nya karena kalau ikut pelatihan kanguru yang bersangkutan tidak bisa mengajar,” saat dijumpai di ruang guru SMA Negeri 1, Sabtu (6/12/2014).


Guru matematika ini mengatakan, terlepas dari penerapannya yang terkesan terburu-buru pada tahun lalu, Kurikulum 2013 layak untuk didukung karena berusaha menumbuhkan inisiatif siswa untuk menggali ilmu. Ia yakin, jika akhirnya diubah, kurikulum yang baru adalah penyempurnaan kurikulum yang sebelumnya.


“Sebenarnya Kurikulum 2013 itu baik. Jika akhirnya akan diganti, kami siap menjalankan. Tapi, maunya para guru diberikan pelatihan dulu. Setelah semua mendapat pelatihan, barulah kurikulum tersebut diberlakukan,” katanya.

Sejarawan Sesalkan Berbagai Monumen Perjuangan di Medan Terlantar

Pakar sejarah menyesalkan hancurnya berbagai monumen perjuangan kemerdekaan di Sumatera Utara seperti Rumah Wawasan Kemerdekaan di Medan.

Sejarawan dari Universitas Negeri Medan Dr. Phil. Iwan Azhari dalam dialog Revitalisasi Jiwa Semangat 45 Dalam Mewujudkan Revolusi Mental dan Daya Saing Bangsa' di Aula Martabe Kantor Gubernur, Kamis (4/12/2014), mengatakan monumen itu perlu perhatian serius karena bernilai tinggi.

"Ketika Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan Muhammad Taher Di Medan, Monumen inilah yang menjadi memori perjuangan di Medan. Akan tetapi saat ini yang kita lihat, apa? Malah monumen yang memiliki sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan itu sudah direnovasi tapi bukan kearah perbaikan melainkan pembangunan yang hanya menguntungkan bagi para pengusaha," katanya.

Ichwan memberi contoh lain, yaitu prasasti di Jalan Bali yang menceritakan tentang salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, Perang Medan Area, nasibnya juga terlantar.

"Bahkan jika kita lihat di depannya, Monasnya Kota Medan, Tugu Apollo yang berada di Sambu, nasibnya juga tak jauh berbeda dengan dua monumen sejarah tadi. Kondisi tugu Apollo ini kotor dan selalu dijadikan tempat mangkal bagi para tukang becak dan para pedagang sayur," jelasnya.

Azhari berharap kepada Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho yang juga hadir dalam dialog tersebut untuk dapat menjadikan monumen-monumen bersejarah yang ada di Sumut, khususnya Medan sebagai museum perjuangan.

"Saya berharap kepada Gubernur, agar situs-situs peninggalan sejarah itu bisa dijadikan museum. Agar situs-situs sejarah perjuangan ini bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan. Karena jika sejarah saja kita tidak tahu, bagaimana kita mau menjadi bangsa yang bisa berdaya saing?" ucapnya.

Kapolsek Medan Timur Panjat Ruko Warga

Medan Timur, Kompol Juliani Prihartini yang sejak Kamis (4/12/2014) siang sibuk melakukan pengamanan di rumah tersangka Syamsul Anwar dan Radika, tampak memanjat ruko bernomor 10 C. Pasalnya, warga sebelumnya menuding bahwa di ruko berlantai tiga itu terdapat seorang wanita yang minta tolong.


Guna membuktikan ucapan warga, Juliani yang masih mengenakan seragam dinas naik ke lantai tiga ruko milik Rudi Chandra. Ia tampak ditemani sejumlah anggotanya yang sejak siang tadi terlihat sibuk hilir mudik di depan rumah tersangka Syamsul yang berada di Jl Madong Lubis/Jl Beo, Lingkungan XI, Sidodadi, Medan Timur.


Setah berkeliling hampir setengah jam di dalam ruko, Juliani terlihat berdiri di lantai tiga. Ia kemudian melambaikan tangan ke arah warga.


"Enggak ada apa-apa di rumah ini bu, pak. Mohon bubar," kata Juliani sembari teriak-teriak. Mendengar hal itu, warga malah bersorak sorai.


Namun, Juliani kembali meminta warga untuk bubar. "Sudah saya cek rumah ini tidak ada apa-apa. Siapa yang bilang di rumah ini ada orang minta tolong. Itu cuma isu saja bu, pak," teriak Julaini dengan kencang dari lantai tiga ruko bercat krem tersebut.


Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipadati warga. Beberapa diantaranya terlihat sibuk berusaha masuk ke rumah tersangka.

Satlantas Polresta Medan Keluarkan 3.165 Tilang

Sejak pelaksanaan Operasi Zebra 2014 yang dimulai pada tanggal 26 November hingga 4 Desember 2014, Satlantas Polresta Medan mengaku telah mengeluarkan sebanyak 3.165 tindakan tilang.


Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polresta Medan, Kompol Budi Hendrawan, mengatakan, dari jumlah tersebut paling banyak pelanggaran lalu lintas berupa pengendara yang tidak menggunakan helm sebanyak 1.455 tilang, melawan arus 510 tilang, tidak memiliki kelenggapan dokumen seperti SIM dan STNK sebanyak 675 tilang.


Lanjut Budi pihaknya pun melakukan tindakan terhadap pengendara yang tidak menyalakan lampu (light on) sebanyak 225 tilang, menerobos lampu merah (traffic light) sebanyak 210 kasus dan lain-lain sebanyak 90.


"Untuk tilang sampai dengan hari ini sebanyak 3.165. Untuk penindakan bukan hanya dilakukan dengan razia, melainkan dengan sistem patroli hunting sistem jalan-jalan yang rawan pelanggaran kasat mata dan pelanggaran yang berpotensi kecelakaan," ujarnya, Kamis (4/12).


Melalui pesan singkatnya, Budi pun mengaku hari itu pihaknya melakukan rapat evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Zebra 2014. Ditanya lebih lanjut soal apakah ada indikasi kendaraan yang mereka tilang merupakan hasil curanmor mengaku belum ada. "Untuk kriminalitas agak turun," ujarnya. (Irf)

Kasus Penganiayaan PRT Asal Kupang Mengendap di Polresta Medan

Kasus penganiyaan dan perdagangan manusia yang dilakukan Mohar dan Haryati Ongkoh keturunan Tionghoa kepada pembantu rumah tangga (PRT) asal Kupang, berkasnya terus ditagih Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Sudah 10 bulan lebih kasus tersebut tertahan di Polresta Medan dan belum disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Belum ada kabar terbaru. Akan terus  kita tangih, karena berkas belum lengkap masih ada kekurangannya," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herman Rudiansyah kepada wartawan, Kamis (4/12/2014)

Herman mengatakan, selaku JPU melalui Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan telah menyurat tim penyidik Satuan Reskrim Polresta Medan untuk mempertanyakan perkembangan penyidikan yang dilakukan. Namun, belum ada balasan surat dari Polresta Medan.

Dia menambahkan berkas perkara sudah dikembali sebelumnya (P-19). Harus dilengkapi, kendalnya karenakan korban jauh. Herman mengatakan, kasus ini tidak akan berhenti atau Surat Pemberitahuan Pembemberhentian Perkara (SP3).

Sejak dikembalikan (P-19) pada 25 Juni oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari Polresta Medan selaku penyidik awal. "Kita sudah surati Polresta Medan dengan inti menagih berkasnya itu pada 11 September lalu. Namun sampai sekarang belum ada jawaban," kata Dwi Agus Arfianto, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan.

Dwi mengatakan, sebelum 25 Juni lalu, memang sudah pernah dilimpahkan penyidik Polresta Medan ke kejaksaan. Namun, berkas itu dikembalikan jaksa karena banyak kekurangannya. Jadi, berkas tersebut sudah dua kali P-19. Akan tetapi, ketika berkas tersebut ditolak untuk yang kedua kalinya, yakni 25 Juni lalu, sampai sekarang tak ada tindaklanjut lagi.

Dwi menjelaskan, pihaknya tetap akan menagih berkas tersangka Mohar dan Haryati Ongkoh tersebut. Bahkan, jika pelimpahan untuk ketiga kalinya nanti masih ada kekurangan, maka pihaknya akan duduk bersama dengan penyidik Polresta Medan untuk menuntaskannya.

Kadinsosnaker Serahkan PRT Flores ke Polresta Medan

Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Kadinsosnaker) Kota Medan, Armansyah Lubis mendatangi Polresta Medan. Dengan mengenakan safari hitam, Arman datang bersama seorang pembantu rumahtangga (PRT) asal Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Dorce (42).


Setibanya di Polresta Medan, Dorce mengaku ingin segera pulang kampung. Wanita berambut ikal yang sebelumnya bekerja di rumah Ahmed Parwez, kakak kandung tersangka Syamsul Anwar ini mengaku dirinya tidak pernah mendapat siksaan.


"Mereka (Ahmad Parwez) baik. Saya tidak pernah diapa-apain," katanya, Rabu (3/12/2014) sore. Menurut Dorce, sekarang ini dirinya berencana pulang ke kampung halamannya untuk segera menemui sang anak.


"Saya cuma mau pulang jumpa anak. Sudah lama saya tidak pulang," ungkap Dorce.


Namun, kata dia, selama ini gajinya dikuasai oleh Syamsul dan isterinya. "Gaji saya sama Syamsul. Katanya, gaji harus dipegang yayasan," ungkap Dorce.


Tak lama kemudian, Dorce pun dibawa ke lantai dua gedung utama Polresta Medan untuk bertemu Waka Polresta Medan, AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho.


 

Sepeda Motor Unik Milik Anak Medan Ini Dilengkapi CCTV

Tidak hanya rumah dan mobil yang memilik cctv, sepeda motor milik anak Medan ini juga memiliki kamera pengintai sebagai spesifikasi kendaraannya.

Apabila menilik lebih dekat sepeda motor Honda Vario 2010 yang dimodifikasi berkonsep Elegant Fashion Daily kepunyaan Ferdiansyah dilengkapi satu unit kamera cctv serta tablet pada bagian depan kendaraan tersebut.

Di Medan Masih 1.3 Juta Orang Pegang KTP Elektronik

Di Medan Masih 1.3 Juta Orang Pegang KTP ElektronikSeorang wanita menunjukkan peta di e-KTP 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah menyatakan penundaan sementara program E-KTP. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan tetap melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga yang ingin mengurus di kantor camat se Kota Medan.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun dari Disdukcapil Kota Medan, hingga kini, 1.426.904 warga Medan sudah melakukan perekaman KTP elektronik dari 1.780.380 orang yang wajib KTP elektronik.

Namun, dari jumlah warga yang sudah melakukan perekaman untuk pembuatan KTP elektronik tersebut, masih 1.329.074 orang yang sudah menerima KTP elektronik. Sedangkan, penduduk Kota Medan yang belum melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 353.480 orang

"Jumlah ini akan terus meningkat seiring bertambahnya warga Medan yang memasuki usia persyaratan membuat KTP, serta adanya perpindahan penduduk ke Kota Medan," kata Kepala Disdukcapil Kota Medan, OK Zulfi didampingi Kabid Kependudukan, Syaiful Chalid Siregar saat ditemui Tribun di kantornya, Jln Iskandar Muda, Medan, pekan lalu.

OK Zulfi yang baru menjabat Disdukcapil Kota Medan sekitar satu bulan ini, mengatakan, meski dari pusat belum ada informasi pasti kapan e-KTP akan dicetak, namun pihaknya masih tetap melayani warga Medan yang ingin membuat e-KTP.

"Perekaman tetap kita layani. Namun kapan E-KTP nya akan dicetak tergantung kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

Sesuai rencana pemerintah pada 2011, secara nasional mestinya program meng-KTP elektronikan mayarakat Indonesia, termasuk warga Medan yang memenuhi syarat wajib KTP elektronik, tuntas dalam Desember 2014.

Sementara, Camat Kecamatan Medan Denai, Eddy Mulia Matondang menyebut, dikecamatannya, dari 94.837 orang yang sudah merekam e-KTP, baru 70.474 orang yang sudah mendapat kartunya.

"Laporan yang sudah tercetak 70.474 keping e-KTP. Sisanya belum siap," kata Eddy kepada Tribun di kantornya, Kamis (20/11/2014).

Eddy merinci jumlah orang yang sudah merekam e-KTP di enam kelurahan di Kecamatan Medan Denai, yakni Kelurahan Tegal Sari Mandala I  8.498 orang, Tegal Sari Mandala II 13.649 orang, Tegal Sari Mandala III 21.928 orang, Denai 11.713 orang, Binjai 27.804 orang, dan Kelurahan Menteng 11.245 orang.

(fer/tribun-medan.com)



View the original article here



Peliculas Online

Kejagung Hanya Mampir ke Ruang Sekda Kota Medan

Kejagung Hanya Mampir ke Ruang Sekda Kota Medan - Tribun Medan (function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','//www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-15224089-7', 'auto'); ga('require', 'displayfeatures'); ga('require', 'linkid', 'linkid.js'); ga('send', 'pageview'); ga('create', 'UA-15224089-38', 'auto', {'name': 'newTracker'}); ga('newTracker.require', 'displayfeatures'); ga('newTracker.require', 'linkid', 'linkid.js');ga('newTracker.send', 'pageview');ga(function() { var newTracker = ga.getByName('newTracker');});ga(function() { var allTrackers = ga.getAll();}); (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.async = true; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=114488588566911"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Tribun Network Tribunnews.com Super Ball Tribun ImagesTribun Epaper Tribun Livechat Tribun Jakarta Warta KotaTribun JogjaTribun JabarSuryaTribun JatengTribun BaliBanjarmasin PostSriwijaya PostBangka PosTribun BatamTribun JambiSerambi IndonesiaTribun KaltimTribun LampungTribun ManadoTribun MedanTribun PontianakTribun PekanbaruTribun TimurTribun SumselPos KupangPos Belitung
Social Media Tribun Forum Facebook Twitter Google+Tribun JualBeli Partner Site Cari Rumah Games Tribun MedanLoginBelum punya akun? MendaftarAtau     Loading... Tribun Akun Email atau Username: Mengirim... Tribun Akun Tulis angka disamping
Ingat sayaLupa kata sandiAtau  Mengirim... Tribun Akun Atau     Tribun JualBeliJumat, 21 November 2014Tribun MedanHomeNasionalProbisBisnisKesawan SquareMedan TerkiniSumutSuperballMedan SuperballEpaperKolomLainnyaSelebIptekLifestyleOtomotifHealthPublic ServicesCitizen ReporterCity GuideTribun JualBeliGamesCari RumahTribun Livechat Indeks BeritaHome?Medan TerkiniKejagung Hanya Mampir ke Ruang Sekda Kota MedanKamis, 20 November 2014 22:00 WIB Tweet+ Share$(document).ready(function() { $(".text_article [style]").removeAttr('style');var wart = $(".text_article").width();$('.txt-article img').each(function(i){var wimg = $('.txt-article').find('img:eq('+i+')').width();if(wimg > wart) $('.txt-article').find('img:eq('+i+')').css({'width': '100%','height':'100%'});});});

Laporan Wartawan Tribun Medan / Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretaris Daerah Kota Medan, Saiful Bahri membenarkan adanya tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia datang ke Balai Kota Medan. Namun demikian, dia tak bertemu oleh tim Kejagung lantaran sedang menghadiri undangan Mejelis Ulama Indonesia (MUI). Sepulang dari kegiatan MUI tim Kejagung sudah meninggalkan Balai Kota Medan.

"Saya tak bertemu, tidak melihat wujud dari tim Kejaksaan Agung itu. Tapi sekitar pukul 10.00 WIB, Kasubbag Bantuan Hukum, Bambang menghubungi dia menyampaikan begini, aku pakai ruangan bapak untuk menerima tamu dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang datang. Aku jawab yauda tidak masalah," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/11/2014).

Saiful menjelaskan sekitar pukul 14.00 WIB telah berada di Balai Kota Medan dan langsung menerima audiensi dari Kantor Pos Medan. Oleh karena itu, tidak sempat bertemu dengan tim Kejaksaan Agung. Meskipun demikian, dia menyarakan awak media bertemu Kabag Hukum agar mengetahui secara mendetail tentang kedatangan tim dari Kejagung itu.

"Saya belum mendapat laporan dari Bambang. Sehingga tidak bisa menceritakan secara mendetail. Entah berapa orang yang datang dan berapa lama di Balai Kota Medan yang mengetahui adalah Bambang dan bagian hukum. Jadi coba dikonfirmasi kepada mereka," ujarnya.

Kabag Hukum Pemerintah Kota Medan, Soritua, mengatakan tidak mengatahui kedatangan tim Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Balai Kota Medan. Tapi, sebelumnya, telah mendapatkan informasi bahwa Tim Kejagung akan datang ke Balai Kota Medan untuk membuat kelengkapan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Saya hanya dapat informasi harusnya kemarin mereka (Tim Kejagung) datang. Tapi yang jelas enggak ke ruang saya. Cuman kemarin mau numpang tempat tepatnya diruang kerja, entah ruang siapa, saya tak mengetahui secara pasti. Berdasarkan informasi terakhir yang saya peroleh orang bagian umum, ataupun mantan orang yang menjabat di bagian Umum akan di buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," katanya.

Soritua menambahkan belum bertemu oleh Kasubbag Bantuan Hukum, Bambang, pasca kedatangan tim dari Kejaksaan Agung. Oleh karena itu, ia  tidak mengetahui secara mendatail tentang nama pejabat Bagian Umum Pemerintah Kota Medan yang tersandung perkarang tersebut.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Umum,  Ikhwan Habibi Daulay mengungkapkan tidak mengetahui adanya tim Kejagung yang datang di  Balai Kota Medan. Tapi sebelumnya, hanya mengetahui perwakilan tim Kejagung telah memeriksa Mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di Rumah Tahanan Negara (Rutan), Tanjunggusta Medan.

"Saya kurang tahu dinda, ngapain lah aku bohong, tadi aku keluar melihat pak wali yang sedang sakit. Sekitar pukul 14.00 WIB aku kembali ke Balai Kota dan bekerja seperti biasa dan aku tak mendengar adanya informasi bahwa Tim Kejagung datang memeriksa ruang pak Sekda dan ruanganku," ujarnya.

Habibi menambahkan tidak mengetahui tujuan tim Kejaksaan Agung datang ke Medan. Tapi, sebelumnya dia mengakui telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait sengketa lahan Center Point di Jakarta. Namun, dia menyarakan Tribun Medan untuk mempertanyakan kebenaran kedatangan tim Kejaksaan Agung kepada Kabag Hukum Pemerintah Kota Medan Soritua.

"Tadi pagi saya apel ada pak sekda kemudian pak sekda berangkat ke acara Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah saya ke rumah dinas pak wali melihat keadaannya yang sedang sakit. Jadi aku tak mengetahui dan tak ada jumpa sama mereka (Kejagung)," katanya.

Kasubbag Bantuan Hukum Pemerintah Kota Medan, Bambang tidak dapat ditemui oleh awak media lantaran tidak berada di Balai Kota Medan. Bahkan, pesan singkat yang dilontarkan Tribun Medan pada pukul 19.30 WIB tidak di balas. Tak hanya itu, lebih dari lima kali dihubungi melalui telepon selular tapi tidak diangkat.

(tio/tribun-medan.com)

Baca Juga Rombak Jabatan, Samsuri Jadi Kajati SumutLagi, Bupati Tobasa Mangkir di Sidang PLTA Asahan IIIDi Medan Masih 1.3 Juta Orang Pegang KTP ElektronikBERITA FOTO: LG Rayakan Ultah dengan Tribun MedanPemeriksaan Rahudman Selesai, Tim Kejagung Sambangi Pemko MedanPenulis: Jefri SusetioEditor: Sofyan AkbarSumber: Tribun Medan Tweet+ Share Tweet-Komentar + Share EmailPrintFacebookTwitterGoogle+ PinterestDiggdeliciousredditMySpaceStumbleUponLinkedInLintas BeritaFollow @tribunmedan!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src="//platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");JANGAN LEWATKAN Rombak Jabatan, Samsuri Jadi Kajati Sumut Rombak Jabatan, Samsuri Jadi Kajati Sumut Lagi, Bupati Tobasa Mangkir di Sidang PLTA Asahan III Lagi, Bupati Tobasa Mangkir di Sidang PLTA Asahan III Di Medan Masih 1.3 Juta Orang Pegang KTP Elektronik Di Medan Masih 1.3 Juta Orang Pegang KTP Elektronik BERITA FOTO: LG Rayakan Ultah dengan Tribun Medan BERITA FOTO: LG Rayakan Ultah dengan Tribun Medan Pemeriksaan Rahudman Selesai, Tim Kejagung Sambangi Pemko Medan Pemeriksaan Rahudman Selesai, Tim Kejagung Sambangi Pemko Medan0 KOMENTAR1021416articles330AvatarLoading...Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan     TERBARU TERBARU TERLAMATERKOMENTARI Loading... berita TERKINIpraka-jk-marpaung-warga-pulau-bandring-kabupaten-asahan.jpgKapolri Duga Ada Provokator5 jam lalu dandim-0203-langkat-letkol-inf-agusman-heri-tribunmedan-com1.jpgBREAKING NEWS: Kapolres Binjai Bantah Pelaku dari Armed5 jam lalu dandim-0203-langkat-letkol-inf-agusman-heri-tribunmedan-com1.jpgBREAKING NEWS: Dendam Berbuah Kematian5 jam lalu anggota_brimob_tewas_tribun_medan.jpganggota_brimob_tewas_tribun_medan1.jpganggota_Dandim_0203_Langkat_Letkol_Inf_Agusman_Heri_tribun_medan.jpgBREAKING NEWS: Pemilik Warung: Bulan Lalu Mereka Sempat Adu Mulut6 jam lalu gubernur-bank-indonesia-agus-marto-wardojo-tengah-tribunmedan-com1.jpgBI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat6 jam lalu berita POPULERmakan-malam-joko-widodo-dan-tony-abbott.jpgLihat Foto Ini, Ada yang Aneh di Acara Makan Malam Jokowi dan PM Australia?5 hari lalupesawat-jokowi-dan-presiden-lainnya.jpgMembandingkan Pesawat Para Pemimpin Dunia, Jokowi Nomor Berapa?6 hari laluwisata-seks-gunung-kemukus.jpgJurnalis Barat Bongkar Ritual Seks Aneh di Gunung Kemukus Jawa Tengah2 hari laluj-marbun-53-warga-polonia-mengamuk-di-polsekta-medan.jpgBREAKING NEWS: Aku Dendam Sama Polisi3 hari lalufoto-di-koran-lokal-brisbane-australia-the-courier-mail.jpgJokowi Jadi Koki, Obama Hanya Pakai Kolor6 hari lalu topik POPULER01.Penyerangan Barak Brimob di Batam02.breaking news03.Rahudman Diperiksa Kejagung04.Kenaikan Harga BBM05.Heboh Pria Bertelur06.Baca Selengkapnya di Tribun Medan TRIBUNnews.com ? 2014•About Us•HelpPrivacy Policy•Terms of Use•Redaksi•Info iklanContact Us•Lowongan Atas

View the original article here



Peliculas Online

BERITA FOTO: LG Rayakan Ultah dengan Tribun Medan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Wiwi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tito , Regional Brand Manager LG Elektronic Sumatera (tengah) menyambut Pemimpin Redaksi Harian Tribun Medan, Abdul Haerah HR (paling kanan) saat merayakan ulangtahun ke 24 LG di Jalan Gatot Subroto, Kamis (20/11/2014).

(der/tribun-medan.com)



View the original article here



Peliculas Online