Seorang Ibu Pura-pura Sakit Kanker Demi Tutupi Hubungan Gelapnya
Seorang remaja bernama Cheryl Smith sebenarnya tidak begitu mesra dengan ibunya. Namun seketika hal itu berubah ketika, Claire, ibunya mengaku bahwa diirnya tengah mengidap kanker. Sejak saat itu, Cheryl mencurahkan seluruh perhatiannya pada ibunya termasuk terus memberikannya dorongan semangat berjuang untuk melanjutkan hidup.
"Saat dia bilang tengah mengidap kanker, sejak saat itu pula semuanya berubah," ucap Cheryl yang saat itu masih berusia 16 tahun.
Wajar saja, Cheryl tahu bahwa seorang penderita kanker ganas hanya akan memiliki waktu hidup yang singkat terutama jika tidak ditangani dengan baik. Ini pula yang terjadi pada kakek dan neneknya yang juga meninggal akibat kanker.
Sejak saat itu, Cheryl berperan sebagai ibu bagi tiga adiknya yang masing-masing masih berusia 11, lima dan satu tahun. Ia bertukar peran setiap kali ibunya pamit ke rumah sakit untuk melakukan kemoterapi. Hal itu ia lakukan terus dalam jangka waktu yang lama karena ibunya rutin ijin ke rumah sakit. Namun, pada suatu ketika, dirinya mulai merasakan adanya keanehan.
"Setiap kali pergi kemoterapi, dia selalu berias bahkan menata rambutnya, padahal kami semua tahu, kemoterapi saja bisa membuat rambutnya rontok habis, kenapa harus dirias segala," heran Cheryl.
Akhirnya ia pun mencoba menyelidi apa yang sebenarnya terjadi. Cheryl pun menemukan adanya kebohongan namun saat itu dia masih terus berusaha memahami kenapa ibunya tega berbohong seperti itu. Ibunya ternyata tak menderita kanker. Yang lebih mengejutkan, sandiwara itu sengaja dibuat untuk menutupi hubungan gelapnya dengan seorang pria. Cheryl pun kemudian memberitahukan hal ini kepada Chris (45), ayahnya yang bekerja sebagai sopir kontainer jarak jauh. Namun, ayahnya tak percaya dan bahkan balik memarahi Cheryl karena telah menuduh hal-hal yang sangat sulit dipercaya.
Namun akhirnya, kebohongan pun terungkap setelah salah satu anggota keluarga lainnya membawa lebih banyak bukti yang menunjukan perilaku.
Dikutip tribunjogja.com dari mirror.co.uk, Rabu (03/12/2014), sandiwara ini bermula ketika Claire pulang ke rumahnya di Lincs, Boston dengan membawa kabar buruk pada akhir tahun 2011 silam. Ia mengatakan bahwa dirinya didiagonsa dokter mengidap kanker darah. Claire duduk bersama dengan anggota keluarganya lainnya dan mengatakan berita yang membuat seluruh keluarga bersedih.
Cheryl pun begitu terpukul mendengarnya. Lantaran Kakek dan neneknya juga meninggal akibat kanker.
Sejak saat itu, Claire selalu menjadikan 'kanker' sebagai alasan. Misalnya kerap kali menyuruh untuk membereskan rumah, sementara ia sendiri istirahat. Jika ada yang protes, maka dengan mudah Claire akan menjawab bahwa ia mengidap kanker.
"Hal pertama yang membuat saya curiga, kami selalu mendapatinya terjatuh setiap kali kami pulang sekolah. Tapi suatu ketika, tanpa sepengetahuannya saya mulai menelisik, dan mendapati dia hendak akting pura-pura jatuh. Ketika dia melihat saya, dia pun cepat duduk kembali di tempat tidur dan pura-pura dia sedang mengambil sesuatu yang jatuh di lantai," papar Cheryl.
Tak hanya itu, Cheryl juga mendapati ibunya tengah mencukur rambut seolah sengaja supaya rambutnya terlihat botak. Cheryl tahu bahwa kemoterapi membuat rambut menjadi rontok. Tapi, rambut ibunya itu selalu tumbuh kembali, berbeda dengan kerontokan rambut akibat kemoterapi.
Sementara ketika Claire diantar ke Rumah Sakit Lincoln oleh Chris, Claire juga selalu menolak untuk diantarkan langsung ke dalam. Ia tak akan membiarkan siapapun menemainya hingga ke rumah sakit. Jadi selama ini Claire biasanya hanya diantarkan sampai depan rumah sakit saja.
Karena rasa penasarannya semakin memuncak, Cheryl pun bertanya kepada ibunya mengenai pengalaman selama kemoterapi. Jawabannya pun hampir sama, tidak ada jawaban terperinci. Cheryl bahkan menilainya seperti skenario dalam sinetron.
"Tak jarang, ia membuat janji kemoterapi pada jam-jam yang aneh. Bagaimana bisa, kemoterapi dilakukan pada tengah malam," heran Cheryl.
setahun pascapengakuannya yang pertama, atau pada tahun 2012, Claire mengaku bahwa dirinya tengah ada dalam masa penyembuhan. Namun Cheryl justru semakin curiga. Beberapa bulan kemudian, Claire datang dengan pengakuan lainnya bahwa kini ia mengidap kanker tulang belakang. Cheryl semakin tidak percaya.
"Dia berkata bahwa kankernya telah menyebar hingga menjalar ke tulang belakang, tapi saya tahu bahwa itu bohong," ucapnya
AKan tetapi, sandiwara yang dirancang Claire begitu sempurna hingga banyak yang tak menyadari kebohongan itu. Bahkan Claire bergabung dengan forum penderita kanker. Teman-temannya dalam forum itu juga percaya begitu saja. Bahkan mereka membuat tato bergambar kupu-kupu di punggung mereka sebagai tanda simpati kepada Claire.
Kemudian pada bulan Juni 2012, Cheryl mendapati laptop Claire. Ia membukanya dan ada pesan masuk melalui facebook dari seorang pria tak dikenal. Pesan itu ternyata berisi percakapan seks. Cheryl menyebutnya sebagai percakapan yang mengerikan karena mereka berbincang tentang pengalaman tidur bersama. Cheryl tahu jika hal ini disampaikan kepada ayahnya, maka hal ini akan menghancurkan hatinya. Tapi Cheryl tak punya pilihan lain selain memberitahukannya.
"Saya berharap dia akan marah ke ibu. Tapi dia justru memarahi saya. Dia membentak saya, dan mengingatkan kembali bahwa dia menderitakanker tulang belakang," ucap Cheryl.
Tidak kuat dengan perlakukan itu, Cheryl lantas kabur dari rumah dan memilih bersama kekasihnya. Bukan untuk bersenang-senang, namun ia bertekad ingin menyelidikinya hingga tuntas. Bersama kekasihnya, Cheryl kemudian menghubungi pihak rumah sakit untuk menanyakan riwayat penyakit ibunya. Namun, perawat rumah sakit tak menemukan nama ibunya dalam daftar. Cheryl juga menghubungi rumah sakit lainnya untuk meyakinkan bahwa dugaannya. Tapi ia pun tak menemukan catatan kesehatan ibunya.
Pada Oktober 2012, seorang teman Claire juga merasakan hal yang sama. "Temannya yang juga menderita kanker curiga. Suatu malam ketika dia bilang hendak kemoterapi, dia membuntutinya dan ternyata ia tak pergi ke rumah sakit, melainkan ke rumah seorang pria. Kemudian hal ini diberitahukan kepada ayah. Dari sini ayah mulai percaya," jelas Cheryl.
Saat itulah, Chris dan Claire bertengkar hebat. Awalnya Claire masih melanjutkan sandiwaranya, namun pada akhirnya ia pun mengakui semuanya. Setiap malam ijin pergi kemoterapi ternyata sebenarnya ia pergi ke rumah seorang pria selingkuhannya. Perselingkuhan yang sudah berlangsung sekian lama, sengaja ia tutupi dengan bersandiwara menderita kanker. Kemudian, Chris, menelepon Cheryl dan meminta maaf atas kesalahannya selama ini yang tak pernah percaya yang dikatakan anaknya itu.
Ayah bejuang sekian lama untuk sembuh dari sakit hatinya. Sementara ibunya kemudian kehilangan hak asuh atas anak-anaknya dan tidak diperbolehkan bertemu. Ibunya hanya diperbolehkan untuk berkirim surat setiap dua bulan sekali. Sejak bulan JUni 2014 ini, ayahnya terpaksa berhenti dari pekerjaannya karena harus merawat anak-anak. Cheryl pun memutuskan untu kembali ke rumahnya dan membantu merawat adik-adiknya.
"Hingga sekarang saya masih merasa tidak percaya. Saya masih tidak mengerti kenapa dia melakukan itu. Jika dia tidak senang dengan ayah, kenapa tidak pergi saja? mengapa justru menempatkan kami pada posisi seperti ini. Oleh karena itu, saya tidak akan pernah memaafkannya," tandas Cheryl.

0 comments:
Post a Comment