Legirin: Pemain Harus Lebih Hati-Hati Dalam Penguasaan Bola
Pelatih Kepala PSMS Medan, Legirin mengatakan pemainnya masih sedikit kurang tenang. Ia pun melihat masih ada ketimpangan penyerangan yang lebih dikuasai sayap kiri.
"Pemain harus lebih hati-hati dalam penguasaan bola. Kalau penyerangan masih timpang, sayap kanan masih perlu dibenahi. Tadi itu serangan kita lebih maksimal pada sayap kiri," ungkapnya.
Saipul Ramadhan menjadi pemain pembeda saat skuat Ayam Kinantan menjamu tim Wiraland. Pertandingan yang digelar di Stadion Mini Kebun Bunga, Medan, Jumat (5/12) sore ini sangat menarik ketika melihat aksi Saipul.
Kemenangan 3-0 PSMS Medan tidak terlepas dari permaian yang apik dari Saipul. Tak ayal, dua gol yang bersarang ke gawang Wiraland melalui umpan manisnya. Walaupun ia berposisi sebagai wing bek kiri, namun, tak dapat dipungkiri, ia menjadi momok bagi lini pertahanan Wiraland.
Acap kali lini pertahanan Wiraland porak-poranda akibat akselerasi yang dilakukan pemain kelahiran 30 April 1989 ini. Dua gol pada babak kedua, yang dilesatkan Legimin Raharjo pada menit 69 dan gol Saktiawan Sinaga menit 78 merupakan umpan yang manis dari kaki Saipul.
Mantan punggawa Arema Indonesia IPL ini pun menyatakan kepuasaannya, akhirnya ia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama PSMS Medan. "Ya cukup memuaskan, awalnya hanya berpikir main bagus aja. Bermain sesuai arahan pelatih. Alhamdulilag kita bisa menang," ujarnya.
Dengan kemenangan ini, PSMS Medan akhirnya menjawab keraguan publik yang sempat ditahan Madina Jaya dengan skor 0-0 pada pekan lalu. Artinya, PSMS Medan kembali pada performa terbaiknya.
Asisten Pelatih PSMS Medan, Colly Misrun,mengatakan motivasi pemain lebih bagus dari sebelumnya. "Mereka sedikit ada perkembangan dalam hal permainan. Pantang menyerah dan bermain ngotot," katanya.
Namun Colly Misrun sedikit memberi masukan untuk lini pertahanan PSMS Medan. Menurutnya masih ada keterlambatan mengcover posisi yang ditinggalkan. Ia juga menyatakan masih terjadi miskomunikasi diantara pemain belakang.
"Saya melihat masih ada miskomunikasi, pemain harus banyak bicara, pemain harus punya inisiatif lebih melihat permainan. Harus bisa memahami bagaimana situasi lawan dan harus cepat menutup posisi yang kosong," jelasnya.
"Pemain harus lebih hati-hati dalam penguasaan bola. Kalau penyerangan masih timpang, sayap kanan masih perlu dibenahi. Tadi itu serangan kita lebih maksimal pada sayap kiri," ungkapnya.
Saipul Ramadhan menjadi pemain pembeda saat skuat Ayam Kinantan menjamu tim Wiraland. Pertandingan yang digelar di Stadion Mini Kebun Bunga, Medan, Jumat (5/12) sore ini sangat menarik ketika melihat aksi Saipul.
Kemenangan 3-0 PSMS Medan tidak terlepas dari permaian yang apik dari Saipul. Tak ayal, dua gol yang bersarang ke gawang Wiraland melalui umpan manisnya. Walaupun ia berposisi sebagai wing bek kiri, namun, tak dapat dipungkiri, ia menjadi momok bagi lini pertahanan Wiraland.
Acap kali lini pertahanan Wiraland porak-poranda akibat akselerasi yang dilakukan pemain kelahiran 30 April 1989 ini. Dua gol pada babak kedua, yang dilesatkan Legimin Raharjo pada menit 69 dan gol Saktiawan Sinaga menit 78 merupakan umpan yang manis dari kaki Saipul.
Mantan punggawa Arema Indonesia IPL ini pun menyatakan kepuasaannya, akhirnya ia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama PSMS Medan. "Ya cukup memuaskan, awalnya hanya berpikir main bagus aja. Bermain sesuai arahan pelatih. Alhamdulilag kita bisa menang," ujarnya.
Dengan kemenangan ini, PSMS Medan akhirnya menjawab keraguan publik yang sempat ditahan Madina Jaya dengan skor 0-0 pada pekan lalu. Artinya, PSMS Medan kembali pada performa terbaiknya.
Asisten Pelatih PSMS Medan, Colly Misrun,mengatakan motivasi pemain lebih bagus dari sebelumnya. "Mereka sedikit ada perkembangan dalam hal permainan. Pantang menyerah dan bermain ngotot," katanya.
Namun Colly Misrun sedikit memberi masukan untuk lini pertahanan PSMS Medan. Menurutnya masih ada keterlambatan mengcover posisi yang ditinggalkan. Ia juga menyatakan masih terjadi miskomunikasi diantara pemain belakang.
"Saya melihat masih ada miskomunikasi, pemain harus banyak bicara, pemain harus punya inisiatif lebih melihat permainan. Harus bisa memahami bagaimana situasi lawan dan harus cepat menutup posisi yang kosong," jelasnya.

0 comments:
Post a Comment