Showing posts with label Besok. Show all posts
Showing posts with label Besok. Show all posts

Alasan Sony Tak Jadi Garap Film Steve Jobs Terkuak

Serangan cyber terhadap Sony Pictures membuat banyak dokumen internal perusahaan bocor di dunia maya. Salah satu yang terungkap dalam bocoran itu adalah alasan Sony melepas peluang menggarap film biografi Steve Jobs.

Film ini diadaptasi dari buku biografi Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Sony Pictures yang mengantongi hak cipta pembuatan film Jobs, pada bulan lalu dilaporkan melepas kesempatannya.

Dilansir Business Insider, Sabtu (13/12/2014), berdasarkan bocoran dokumen internal Sony Pictures, proyeksi pendapatan Sony untuk film Jobs turun 25 persen setelah Leonardo DiCaprio menolak memerankan Job. DiCaprio pada Oktober, mengumumkan bahwa dia tidak akan turut serta dalam film tersebut.

Sony kemudian beralih ke aktor Christian Bale, tapi berakhir sama dengan DiCaprio. Kemudian, Universal Pictures pada akhir November mengumumkan bahwa mereka akan mengambilalih film Jobs dari Sony Pictures.

Universal Pictures saat ini diketahui sedang meng-casting Michael Fassbender. Sedangkan aktor Seth Rogen dikabarkan akan memerankan sosok pendiri Apple lainnya, Steve Wozniak.

Alasan mundurnya Sony Pictures dari film Jobs adalah salah satu dari sekian banyak informasi yang dibocorkan oleh kelompok hacker bernama 'Guardians of Peace' (GOP). Sebelumnya, kelompok yang sama mengumbar daftar password, mulai dari komputer hingga akun media sosial film-film Sony.

Adik Ahok Belajar Jamu di Pabrik Sido Muncul

 Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama yang juga adik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, mengajak jajarannya mengunjungi pabrik jamu Sido Muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami ingin mengembangkan potensi alam yang ada di Belitung Timur, seperti budi daya tanaman herbal," kata Basuri saat berkunjung di Pabrik PT Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Pada kunjungan kerja di Ungaran yang merupakan rangkaian dari kunjungan kerja ke Yogyakarta itu, Basuri didampingi 32 kepala desa, empat camat, kepala dinas, dan beberapa pejabat Pemkab Belitung Timur.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi alam yang menjadi kekuatan untuk memajukan daerah-daerah, termasuk Belitung Timur yang selama ini cenderung lebih banyak mengeksplorasi potensi pertambangan.
"Paling banyak kan pertambangan timah di sana (Belitung Timur). Sekarang kalau timah habis mau 'ngapain'? Makanya, saya ajak kades, camat, dan jajaran terkait belajar budi daya tanaman," katanya.
Ia menyebutkan sebenarnya Pemkab Belitung Timur sudah merintis pertanian melalui budi daya beberapa tanaman herbal, seperti alang-alang yang juga sudah dikirimkan ke Sido muncul untuk dites kualitasnya.
"Kemarin baru beberapa karung (alang-alang) coba kami kirim ke sini (Sido muncul) untuk dites, apakah layak sebagai bahan baku industri. Namun, ternyata kurang karena belum kering betul," kata Basuri.
Pada kesempatan itu, ditandatangani pula nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Belitung Timur dengan PT Sido Muncul tentang kerja sama budi daya tanaman herbal, penggunaan bahan baku, dan penggunaan pupuk herbal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sido muncul Irwan Hidayat mengatakan kunjungan itu merupakan kali pertama kades dari luar pulau mengunjungi pabrik Sido muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami harapkan bisa bekerja sama dengan Pemkab Belitung Utara. Bentuknya macam-macam, bisa budi daya tanaman, penggunaan bahan baku, penggunaan pupuk herbal Sidomuncul hingga alih teknologi," katanya.
Irwan mengatakan pihaknya akan mengkaji tanaman herbal jenis apa yang cocok dikembangkan di Belitung Timur untuk kemudian bisa digunakan untuk memasok bahan baku industri jamu dan farmasi Sidomuncul.
"Selama ini sudah ada, yakni pemanfaatan kulit manggis. Nantinya, kami 'ngajarin', mengusulkan penanaman pohon-pohon herbal yang sekiranya cocok di sana (Belitung Timur), mungkin kayu putih," tukasnya.

Besok, Surat Edaran untuk Hentikan Kurikulum 2013 Dikirim ke Semua Sekolah

Dengan adanya keputusan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan untuk menghentikan Kurikulum 2013, maka tiap sekolah akan kembali ke Kurikulum 2006. Anies akan mengirimkan surat edaran tentang penghentian Kurikulum 2013 ke semua sekolah di seluruh Indonesia mulai besok.


"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi kepala sekolah dan guru bisa mulai kembali menyiapkan Kurikulum 2006," kata Anies, Jumat (5/12/2014).


Anies memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang belum menjalankannya selama tiga semester. Sedangkan bagi sekolah yang sudah di atas tiga semester menerapkan Kurikulum 2013, akan tetap menggunakannya dan dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah lain. 


"Ada 6.221 sekolah yang masih pakai Kurikulum 2013, rinciannya 2598 SD, 1437 SMP, 1165 SMA, dan 1021 SMK," ucapnya.


Menurut Anies, masalah di Kurikulum 2013 masih banyak dan harus segera diperbaiki secara bertahap. Dia mengatakan, masalah Kurikulum 2013 bersifat konseptual. Misalnya, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum, hingga ketidakselarasan antara gagasan dengan isi buku teks.


Untuk itu, Anies ingin Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang dijadikan percontohan bisa lebih dimatangkan. Baik dari metode dan guru-guru yang mengajar di sana, nantinya akan menjadi patokan bagi sekolah-sekolah lain yang belum menggunakan Kurikulum 2013.


Anies menambahkan bahwa sekolah tidak perlu khawatir untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sebab, menurut Anies, konsep-konsep yang telah ditegaskan di Kurikulum 2013 sebenarnya telah ada di Kurikulum 2006.


Dengan demikian, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas yang kreatif. "Kreativitas dan keberanian guru untuk berinovasi itu kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia," tutur mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Presidium Penyelamat Gelar Munas Golkar Besok

Meski Musyawarah Nasional Partai Golkar IX yang diselenggarakan di Bali sudah memecat kader yang tergabung dalam presidium penyelamat Partai Golkar, tapi ini tidak menghentikan manuver presidium. Rencananya, presidium penyelamat Partai Golkar akan melaksanakan Munas IX versi mereka sendiri yang akan dilaksanakan besok, Sabtu (6/12/2014).


Ketua Pelaksana Munas IX Partai Golkar Yorrys Raweyai memastikan pelaksanaan munas tersebut. Tidak main-main, Munas IX itu bahkan rencananya akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.


"Besok, pasti dilaksanakan di Ancol. Sekarang lagi rapat," ujar Yorrys saat dihubungi, Jumat (5/12/2014). "Ya, pastilah jadi. Mendagri kok yang akan buka, masak enggak jadi," lanjut Yorrys.


Yorrys bertindak sebagai ketua pelaksana. Sementara ketua pengarah dipercayakan kepada Ibnu Munzir. Munas itu akan digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta pada pukul 14.00.


"Sekarang sudah ada 300 orang peserta dari DPD I dan DPD II sudah pada datang, dan ada tiga hotel berbeda," tutur Yorrys.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengurus Golkar di daerah, akan ada tiga calon ketua umum yang bertarung. Mereka adalah Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Munas ini merupakan bentuk perlawanan sejumlah kader Golkar yang berseberangan dengan Aburizal Bakrie yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum dalam Munas IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.


Di dalam acara Munas itu, DPP Partai Golkar juga akhirnya memecat 15 orang pengurus termasuk Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, dan Yorrys Raweyai. Mereka dianggap melawan keputusan partai dengan membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar yang tidak diakui oleh kubu Aburizal.

Besok Eldin Terima Penghargaan Pekerjaan Umum

(5/12/2014),  Wali Kota Medan H T Dzulmi Eldin menerima penghargaan Pekerjaan Umum Tahun 2014 Sub Bidang Bina Marga (Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan) Kategori Kota di Jakarta.

Penghargaan ini rencananya akan diserahkan langsung  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, M Basuki Hadimuljono, Demikian disampaikan Kadis Bina Marga, Ir Khairul Syahnan di Balai Kota Medan, Kamis (4/12/2014). 

Menurut Syahnan, penghargaan ini diberikan karena Pemko Medan dinilai telah menunjukkan kinerjanya di bidang pekerjaan umum tahun 2014. Untuk Penghargaan Pekerjaan Umum Sub Bidang Cipta  Karya (Penyelenggara Jalan dan Jembatan) ini, Kota Medan menempati peringkat terbaik II . Peringkat pertama diraih Kota pekanbaru, sedangkan peringkat ketiga Kota Madiun.

“Meskipun menempati peringkat kedua namun penghargaan ini tentunya sangat membanggakan.  Artinya, secara nasional kita dinilai berhasil  dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan. Karenanya, penghargaan ini akan memotivasi kita untuk bekerja lebih baik lagi sehingga tahun depan bisa meraih peringkat pertama,” kata Syahnan.

 Syahnan menjelaskan, penghargaan ini diterima tidak terlepas dari  kinerja Wali Kota selama ini yang begitu peduli dengan masalah infra struktur, terutama jalan. Begitu menerima pengaduan dari warga terkait masalah jalan rusak, mantan Sekda Kota Medan itu langsung turun  dan menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk memperbaikinya.

“Untuk itulah Pak Wali akan menghadiri langsung penerimaaan Penghargaan Pekerjaan Umum ini. Beliau juga telah mengingatkan kepada saya agar tidak berpuas diri dengan penghargaan ini.  Justru penghargaan ini harus dijadikan motivasi bagi seluruh jajaran Dinas Bina Marga kota Medan untuk meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Besok Sidang Perdana Hasban dan Khairul Anwar

Kedua terdakwa kasus sengketa Sirkuit Jalan Pancing Medan, Hasban Ritonga Kepala Inspektorat Pemprov Sumut, dan mantan Kadispora Sumut Khairul Anwar akan menjalani sidang perdana pada Kamis (05/12) di pengadilan negeri Medan.

Humas Pengadilan Negeri Medan Nelson J Marbun mengatakan, Ketua Pengadilan Negeri Medan sudah menetapkan tiga orang majelis menangani perkara ini yaitu Dahlan Sinaga sebagai Ketua Majelis serta Karlen Parhusip dan Nazar Afriandi masing-masing sebagai hakim anggota.

"Kita sudah sampaikan surat panggilan bersidang ke pihak kejaksaan agar menghadirkan kedua terdakwa yang berstatus sebagai tahanan kota ini pada esok hari (Kamis)," ungkap Nelson yang dikonfirmasi  Wartawan, Rabu (04/12/2014)

"Untuk  menangani kasus ini Kejari Medan sudah menunjuk dua Jaksa Penuntut umum (JPU) untuk mengadili kedua tersangka itu nantinya. Dua jaksa yang akan menyidangkan kasus ini, adalah Lila Nasution dan Nur Ainun," tambahnya.

Jaksa sudah siap seratus persen, tinggal menyidangkan mereka saja, kata Dwi Agus Arfianto, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, dua jaksa yang akan menyidangkan kasus ini, Nur Ainun dan Lila Nasution sebagai JPU yang tunjuk Kejari Medan menangani kasus tersebut.

Sebelumnya, kasus menjerat Hasban dan Khairul dilakukan setelah dinyatakan sebagai tersangka oleh Mabes Polri atas laporan Ito Suhardi, selaku Kuasa Hukum PT Mutiara tertanggal 3 Maret lalu. Keduanya ditahan sejak Rabu 22 Oktober 2014, yang lalu. Setelah disangkakan melanggar sejumlah Pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam kasus ini, kedua tersangka tidak dilakukan penahanan. Pasalnya, Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt.Sekda) Pemerintah Provensi Sumatera Utara (Pemprovsu), Hasiholan Silaen sebagai penjamin untuk tahan kota yang diajukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan terhadap Kepala Inspektorat Pemprov Sumut, Hasban Ritonga dan mantan Kadispora Sumut Khairul Anwar dalam kasus ini.

(