Showing posts with label Berbagai. Show all posts
Showing posts with label Berbagai. Show all posts

Advan Signature, Cara Advan Untuk Naik Kelas

Sukses di pasar kelas menengah tak membuat Advan puas begitu saja. Advan kini mencoba memperluas pasarnya dengan menyasar kelas atas melalui brand premium Signature. Advan merilis Advan Signature Tablet T1Z dan Smartphone S5X+.

Upaya Advan untuk memasuki pasar kelas atas diakui Tjandra Lianto, Marketing Director ADVAN, memang tidak mudah. Karena itulah seri terbaru yang dihadirkan ADVAN kali ini, bukanlah produk yang biasa dan pasaran.

"Produknya sangat ekslusif dan premium. Walau pasarnya sangat sulit untuk ditembus, tetapi ini merupakan langkah strategis bagi ADVAN, kami yakin ADVAN Signature mampu diterima para pelaku bisnis dan kaum socialite", tandas Tjandra dalam keterangan tertulisnya.

Andy Gusena, Brand & Strategy Marketing ADVAN menambahkan, karakter pasar kelas atas memang sangat unik. Di satu sisi mereka begitu rasional, tetapi di sisi lain terkadang irasional. Menurutnya baik produk atau suasana yang mereka cari tidak selalu berdasarkan harga atau kualitas, terkadang didasari oleh nilai prestige yang dimilkinya.

Karena itu ADVAN Signature diciptakan tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi ada kandungan nilai lain sebagai produk yang mengerti karakter pemilknya. Upaya strategis ini sebagai langkah ADVAN dalam memperluas pasar yang potensial. 

"Arahnya bukan vertikal tetapi horizontal. Dimana struktur market yang kami bangun bukan untuk lebih meningi, tetapi lebih mengemuk", ujar Andy Gusena.

ADVAN Signature hadir dengan tagline Business Design to the Advanced Class. ADVAN Signature memberikan nilai lebih bagi pemilknya, berupa pengalaman teknologi yang disuguhkan secara personal (pribadi).

Fasilitas VIP Card

Untuk seri khusus ADVAN Signature, akan disediakan fasilitas VIP Card sebagai bentuk layanan personal assistance Pick Up Service dan Trouble Shooting dengan waktu penyelesaian servis yang maksimal. 

Advan Signature, Cara Advan Untuk Naik Kelas

Untuk wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya servis berlangsung maksimal 24 jam. Sedangkan wilayah Makasar, Medan, Palembang dan Yogyakarta servis berlangsung maksimal 5 hari kerja. Untuk jaminan kualitas service, produk yang rusak akan diganti oleh produk yang baru.

Spesifikasi

Dari sisi fitur, ADVAN T1Z dibekali prosesor Mediatek 8392 Octa Core berkecepatan 1,7 GHz, memori 2 GB, kamera depan dengan resolusi 8 MP dan 13 MP untuk kamera belakang.

Sedangkan ADVAN S5X+ prosesor yang digunakan berupa Mediatek 6892 Quad Core 1.3 GHz, memori 1 GB, kamera depan beresolusi 3 MP dan 13 MP untuk kamera belakang.

Keungulan lainya berupa desain elegan yang dipenuhi oleh ornamen ciri khas produk berkelas. ADVAN T1Z didesain menggunakan elemen bezel hasil paduan antara metal dan aluminium chrome sehinga menampilkan kesan yang dinamis dan elegan.

Sedangkan ADVAN S5X+ memiliki desain yang lebih simple 5 inchi yang dilengkapi oleh Tekstur Magic Tile di bagian belakang membuatnya mantap untuk digengam.

Adik Ahok Belajar Jamu di Pabrik Sido Muncul

 Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama yang juga adik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, mengajak jajarannya mengunjungi pabrik jamu Sido Muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami ingin mengembangkan potensi alam yang ada di Belitung Timur, seperti budi daya tanaman herbal," kata Basuri saat berkunjung di Pabrik PT Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Pada kunjungan kerja di Ungaran yang merupakan rangkaian dari kunjungan kerja ke Yogyakarta itu, Basuri didampingi 32 kepala desa, empat camat, kepala dinas, dan beberapa pejabat Pemkab Belitung Timur.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi alam yang menjadi kekuatan untuk memajukan daerah-daerah, termasuk Belitung Timur yang selama ini cenderung lebih banyak mengeksplorasi potensi pertambangan.
"Paling banyak kan pertambangan timah di sana (Belitung Timur). Sekarang kalau timah habis mau 'ngapain'? Makanya, saya ajak kades, camat, dan jajaran terkait belajar budi daya tanaman," katanya.
Ia menyebutkan sebenarnya Pemkab Belitung Timur sudah merintis pertanian melalui budi daya beberapa tanaman herbal, seperti alang-alang yang juga sudah dikirimkan ke Sido muncul untuk dites kualitasnya.
"Kemarin baru beberapa karung (alang-alang) coba kami kirim ke sini (Sido muncul) untuk dites, apakah layak sebagai bahan baku industri. Namun, ternyata kurang karena belum kering betul," kata Basuri.
Pada kesempatan itu, ditandatangani pula nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Belitung Timur dengan PT Sido Muncul tentang kerja sama budi daya tanaman herbal, penggunaan bahan baku, dan penggunaan pupuk herbal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sido muncul Irwan Hidayat mengatakan kunjungan itu merupakan kali pertama kades dari luar pulau mengunjungi pabrik Sido muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami harapkan bisa bekerja sama dengan Pemkab Belitung Utara. Bentuknya macam-macam, bisa budi daya tanaman, penggunaan bahan baku, penggunaan pupuk herbal Sidomuncul hingga alih teknologi," katanya.
Irwan mengatakan pihaknya akan mengkaji tanaman herbal jenis apa yang cocok dikembangkan di Belitung Timur untuk kemudian bisa digunakan untuk memasok bahan baku industri jamu dan farmasi Sidomuncul.
"Selama ini sudah ada, yakni pemanfaatan kulit manggis. Nantinya, kami 'ngajarin', mengusulkan penanaman pohon-pohon herbal yang sekiranya cocok di sana (Belitung Timur), mungkin kayu putih," tukasnya.

Sejarawan Sesalkan Berbagai Monumen Perjuangan di Medan Terlantar

Pakar sejarah menyesalkan hancurnya berbagai monumen perjuangan kemerdekaan di Sumatera Utara seperti Rumah Wawasan Kemerdekaan di Medan.

Sejarawan dari Universitas Negeri Medan Dr. Phil. Iwan Azhari dalam dialog Revitalisasi Jiwa Semangat 45 Dalam Mewujudkan Revolusi Mental dan Daya Saing Bangsa' di Aula Martabe Kantor Gubernur, Kamis (4/12/2014), mengatakan monumen itu perlu perhatian serius karena bernilai tinggi.

"Ketika Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan Muhammad Taher Di Medan, Monumen inilah yang menjadi memori perjuangan di Medan. Akan tetapi saat ini yang kita lihat, apa? Malah monumen yang memiliki sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan itu sudah direnovasi tapi bukan kearah perbaikan melainkan pembangunan yang hanya menguntungkan bagi para pengusaha," katanya.

Ichwan memberi contoh lain, yaitu prasasti di Jalan Bali yang menceritakan tentang salah satu perang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, Perang Medan Area, nasibnya juga terlantar.

"Bahkan jika kita lihat di depannya, Monasnya Kota Medan, Tugu Apollo yang berada di Sambu, nasibnya juga tak jauh berbeda dengan dua monumen sejarah tadi. Kondisi tugu Apollo ini kotor dan selalu dijadikan tempat mangkal bagi para tukang becak dan para pedagang sayur," jelasnya.

Azhari berharap kepada Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho yang juga hadir dalam dialog tersebut untuk dapat menjadikan monumen-monumen bersejarah yang ada di Sumut, khususnya Medan sebagai museum perjuangan.

"Saya berharap kepada Gubernur, agar situs-situs peninggalan sejarah itu bisa dijadikan museum. Agar situs-situs sejarah perjuangan ini bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan. Karena jika sejarah saja kita tidak tahu, bagaimana kita mau menjadi bangsa yang bisa berdaya saing?" ucapnya.