Showing posts with label Bantah. Show all posts
Showing posts with label Bantah. Show all posts

Disebut Ahok Pernah Kampanye Negatif, Sekda Tepuk Jidat



Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah langsung menepuk jidatnya ketika dimintai tanggapan soal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang kampanye negatif terhadap pasangan Joko Widodo-Ahok di Pilkada DKI 2012.

Tak hanya menepuk jidatnya, Saefullah juga tertawa mendengar pertanyaan wartawan padanya.
"Yang bilang siapa itu?" tanya Saefullah, di Balaikota, Kamis (11/12/2014).

"Pak Ahok (Basuki), Pak," jawab wartawan.

"Aduh," kata Saefullah seraya menepuk jidatnya.

Tak ada lagi kata-kata yang terucap dari mulut mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu. Bersama para pejabat DKI lainnya, seperti Kepala Bappeda DKI Andi Baso Mappapoleonro dan Kepala BPKD DKI Heru Budi Hartono, Saefullah melangkah menuju Gedung DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya Ahok mengatakan memiliki daftar pejabat maupun PNS DKI mana saja yang dahulu pernah melakukan kampanye negatif terhadap dirinya dengan Joko Widodo saat Pilkada DKI 2012 lalu. Meskipun demikian, Ahok mengaku bukan orang pendendam.

Menurut Ahok, karena sikapnya itu banyak pendukungnya merasa kecewa karena dia memberi perlakukan sama kepada para PNS pendukung Jokowi-Ahok maupun pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Steve Wozniak Bantah Apple Dilahirkan di Garasi Rumah Steve Jobs

ini, banyak referensi yang menyebut bahwa perusahaan komputer Apple dimulai dari sebuah garasi kecil di rumah Steve Jobs di Los Altos, California, AS. Bahkan, film Jobs yang beredar pada 2013 lalu pun menceritakan hal tersebut.


Namun, baru-baru ini, salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, membantah kabar tersebut. Dalam sebuah wawancara di situs Bloomberg, Kamis (4/12/2014), co-founder Apple tersebut mengatakan, "Garasi itu hanya sebuah mitos, terlalu dilebih-lebihkan," ujar Wozniak.


Menurut dia, garasi memang menjadi representasi dari Apple. Namun, baik dirinya, Steve Jobs, maupun tim lainnya tidak mendesain komputer dari garasi saat Apple dibentuk.


"Memang kami membawa produk yang telah jadi ke garasi untuk mencobanya apakah itu bekerja dengan baik atau tidak, sebelum mengirimnya ke toko-toko yang membelinya," imbuh Wozniak.


Pria yang akrab disapa Woz ini juga menuturkan memang mereka meluangkan sebagian waktu di garasi tersebut. Namun, mereka biasanya hanya duduk-duduk dan melakukan hal-hal yang tidak produktif.


Namun, Woz juga mengakui ide cerita Apple yang berawal dari garasi kecil itu sangat menginspirasi.
"Cerita yang hebat bukan? Begitu Anda sudah sukses, lalu membuat cerita sejarah perusahaan Anda dengan tempat yang magis, kedengarannya memang lebih romantis dibanding cerita aslinya," kata Woz.


Menurut Woz, orang-orang lebih menyukai cerita yang menginspirasi, yang ceritanya layak dijadikan sebagai ide dasar cerita untuk membuat film. (*)

Lukas Bantah Beri Rp 50 Juta untuk Dana Kampanye Eliakim

Kepala Dinas Tarukim Pematangsiantar Lukas Barus membantah ada memberikan Rp 50 juta kepada Eliakim Simanjuntak pada tanggal 7 April 2014.


Ditemui di kantornya usai pulang, Lukas menyebut kuitansi yang beredar itu palsu.


"Biasanya itu. Kabar-kabar gitu ajanya itu. Biarkan aja itu," katanya, Kamis (4/12/2014).


Ditanya apakah akan melaporkan pihak yang menudingnya ke pihak yang berwajib.


"Nantilah itu. Kita lihat dulu. Kita juga belum tahu maksudnya apa. Kan gak bisa langsung aku tanggapi serius. Kan banyak cara orang untuk ketemu," katanya.


Lukas pun sempat meminta tolong kepada wartawan untuk tak menerbitkan kabar tersebut.


"Kalau bisa, aku minta tolong. Janganlah itu dibuat berita. Payah itu nanti," ujarnya.


Sebelumnya, Ketua LSM Lasser Mara Salem Harahap, menunjukkan bukti sebuah kuitansi penyerahan dana tersebut dari Kepala Dinas Tarukim Lukas Barus kepada Eliakim Simanjuntak. Ia menyebut keduanya dapat dijerat dengan UU Korupsi.


"Tertera pengeluaran dari Bendahara Pengeluaran Dinas Tarukim. Yang tertera Rp 50 juta untuk Eliakim. Uang itu minjam memang dari kas
Per tanggal 7 april 2014," kata Mara.


Menurut Mara, dana dari setiap SKPD tidak dapat dipergunakan untuk hal apapun di luar urusan dinas yang terkait.


"Itu melanggar UU. Untuk Lukas Barus pribadi aja gak boleh. Ini kok malah untuk orang lain lagi. Kan hebat kali itu," kata Mara.

Pihak Bandara Kualanamu Bantah Listrik Padam Selama 30 Menit

Pihak Angkasa Pura II Bandara Kualanamu membantah tegas kalau disebut listrik di Bandara Kualanamu padam selama 30 menit Selasa, (2/12/2014). Menurut Humas Bandara Kualanamu, Dewan Dono Prasetyo kalau yang terjadi hanya berkisar 20 detik saja.

"Jadi yang dirunning tex di televisi itu tidak benar. Cuma 20 detik sajanya padam,"ujar Dewan Dono yang dikonfirmasi pada Selasa malam.

Ia menjelaskan peristiwa padamnya listrik dibandara Kualanamu terjadi pada 19.03 WIB. S

BREAKING NEWS: Kapolres Binjai Bantah Pelaku dari Armed

BREAKING NEWS: Kapolres Binjai Bantah Pelaku dari ArmedDandim 0203 Langkat Letkol Inf Agusman Heri sedang mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (20/11/2014) malam 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kapolres Binjai AKBP Marcelino Sampaw berang dengan pemberitaan di media online yang mengatakan pelaku merupakan oknum Armed. "Jangan cepat kali, buat diduga, tadi kemana waktu temu pers," kata Kapolres Binjai saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Kamis (20/11/2014). (Baca:BREAKING NEWS: Pemilik Warung: Bulan Lalu Mereka Sempat Adu Mulut)

Sebelumnya, Brigadir Beni Sihombing (32) Warga Jalan Juanda Gang Pasir Kel Mencirim, Kec Binjai Timur Anggota Gegana Kompi A Brimob Medan tewas ditikam saat duduk disebuah warung tuak di Jalan Juanda, Kel Mencirim Kec Binjai Timur. (Baca: BREAKING NEWS: Warga Ramaikan Lokasi Kejadian Pembunuhan)

Korban tewas, dengan kondisi luka tusuk sangkur di bagian dada sebelah kiri. Saat ini jenazah korban sedang berada di RS Latersia Jalan Soekarno Hatta Km 18. Pelaku sendiri yang kini buron diduga anggota dari kesatuan Armed bernama Akhir.

Menurut keterangan dari Benget Simatupang, pemilik warung tuak dan beberapa warga disana, diduga motif dari penikaman karena korban sendiri sempat berselisih paham dengan pelaku sekitar sebulan lalu.

"Gak tahu motifnya, tapi sebulan lalu korban dan pelaku sempat cekcok," kata Benget Simatupang sang pemilik warung tuak tempat korban dan pelaku baku hantam kepada www.tribun-medan.com, Kamis (20/11/2014) malam.

Diduga pelaku merupakan Anggota TNI dari Satuan Armed bernama Akhir. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait kasus tersebut. Namun www.tribun-medan.com masih terus berupaya mencari keterangan lebih lanjut.

(ari/tribun-medan.com)

Ikuti perkembangan Breaking News Tribun di Harian Tribun Medan Edisi Jumat (21/11/2014) BESOK



View the original article here



Peliculas Online

Wasin Bantah Bawahannya di Dolokpanribuan Terlibat Pungli

Wasin Bantah Bawahannya di Dolokpanribuan Terlibat Pungli

Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Menanggapi bawahannya di UPTD Dolokpanribuan yang juga diduga terlibat praktik pungli dana BOS, Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Wasin Sinaga saat dikonfirmasi kembali membantah. Ia bahkan seperti tak berniat untuk memeriksa bawahannya tersebut.

"Kita gak ada itu. Gak ada itu. Gak usahlah. Macam betul aja. Gak ada itu, Bos, ah," katanya, Kamis (20/11/2014), saat dihubungi. Wasin pun kecewa kenapa dugaan kasus pungli tersebut diberitakan.

"Seperti yang kubilang sama abang kemarin, itu gak ada. Makanya kubilang, kok bisa abang naikkan itu. Terkejut aku abang naikkan itu. Abang bilang itu mungkin dia gak senang, tapi abang naikkan juga," ujarnya. Lalu, apa tindakan yang akan Bapak lakukan atas laporan tersebut? (Baca: UPTD Disdik Dolokpanribuan Diduga Ikut Terlibat Pungli)

"Tetapnya kita apakan. Kalau memang itu kepala sekolah diapakan sama UPTD-nya laporkan sama saya. Nomor telepon saya kan ada sama mereka. Artinya kalau ada yang kurang enak yang mereka alami kan bisa SMS aja saya. Kalau langsung menindak ya gak bisa. Kan kita terima dulu, kita tinjau dulu. Kan kita punya tahapan," ujarnya.

Wasin pun agaknya enggan memenuhi tantangan Efendi Siahaan, pengusaha yang membeberkan kasusnya sejak awal, untuk mengecek bersama-sama ke sekolah-sekolah. Efendi Siahaan sebelumnya sempat menyatakan siap menanggung seluruh biaya perjalanan selama peninjauan ke lapangan.

"Bukan masalah ongkos, cuma banyak kerjaan kita. Kalau bicara itu kan boleh-boleh saja. Itu kan hak bicara. Silakan aja dia bicara seperti itu," katanya.

Wasin pun belum berniat untuk melaporkan Efendi ke polisi atas pencemaran nama baiknya. "Ya kalau itu gak sampe ke sanalah kita. Nantilah itu. Hahahaha. Nantilah itu kita bahas. Situasinya kan masih belum ke situ," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Disdik Simalungun di Kecamatan Dolokpanribuan Sumawarni Purba saat dikonfirmasi tak mengangkat telepon. SMS yang dikirimkan Tribun juga tak dibalasnya.

(amr/tribun-medan.com)



View the original article here



Peliculas Online