Gas 3 Kg Terus Langka, Komisi B DPRD Binjai Bentuk Pansus
Meski Pertamina tidak ada melakukan pengurangan pasokan gas LPG ukuran 3 Kg di wilayah Binjai kelangkaan masih terus terjadi. Masyarakat khususnya kaum ibu rumah tangga meminta DPRD, Pemko dan Polres Binjai untuk menyelesaikan kelangkaan gas tersebut, Kamis (4/12/2014).Ketua Komisi B Njoreken Pelawi mengaku heran dengan masih adanya kelangkaan gas, meski stok tidak dikurangi. Kemarin, dirinya sudah menanyakan kepada pihak pertamina.Saat ini penyaluran gas LPG 3 kg sebanyak 6.333 tabung per hari. Namun menurut dia, saat ini ada pergeseran pembeli, dimana gas LPG yang seharusnya dikonsumsi untuk rumah tangga Mikro, kini juga dikonsumsi setiap lapisan masyarakatUntuk itu, dalam waktu dekat DPRD khususnya komisi B akan membentuk pansus terkait kelangkaan gas. Pansus tersebut rencananya akan dibentuk minggu depan."Senin ini, kami mau ke Jakarta selama empat hari, pulang dari sana,langsung kami bentuk pansusnya," terangnya.Nanti dalam pansus tersebut akan memulai rapat dengan memanggil pertamina, pihak distributor dan beberapa pihak terkait. Sehingga, akan tahu letak permasalahannya dimana, sehingga gas langka."Memang sejauh ini, begitu gas masuk langsung habis diborong, oleh beberapa orang dan hal ini yang membuat gas langka," jelasnya.Terkait apakah ada dibuat peraturan atau tidak tentang kontrol gas tersebut, pihaknya akan melakukan diskusi dengan badan legislatif (baleg). Dimana peraturan tersebut, nanti berisi tentang warga mana yang bisa membeli gas tersebut ataupun yang tidak bisa membeli."Untuk peraturan tersebut, nantinya setelah kita bentuk pansus dan sidak lapangan. Untuk peraturan tersebut menurut saya sangat penting, sehingga ada dasar hukum untuk polisi bila ada pelanggaran dan bukan seperti saat ini polisi tidak bisa bertindak," terangnya.Ratusan warga Binjai, menyerbu sebuah depo LPG milik Ribut, yang berada di Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota. Antrian panjang dan saling berdesakan pun tak terelakkan.Menurut keterangan warga kelangkaan gas ukuran 3 Kg sudah terjadi sejak seminggu belakangan. Mendengar adanya truk pertamina pengangkut gas masuk, warga pun tak ingin membuang kesempatan."Mendengar ada gas masuk, ya langsung kami serbu. Soalnya, kalau dinanti-nantikan belinya bisa ngak kedapatan. Gitu masuk langsung habis," ucap Bambang warga Rambung yang turut mengantri.Hal tersebut pun dibenarkan Ribut penjaga depo gas LPG. Ia mengatakan, begitu masuk gas langsung habis diserbu warga."Kalau mau beli gas jam 11 datang, kalau diatas jam itu tidak ada tersisa lagi, sudah habis diserbur warga, " terangnya.

0 comments:
Post a Comment