2015 PKL Lapangan Merdeka Direlokasi Eks GOR Lama

2015 PKL Lapangan Merdeka Direlokasi Eks GOR LamaWalikota Binjai tinjau pedagang pasar Bundar. Dalam waktu dekat pemko Binjai akan membangunkan beberapa pasar. Laporan wartawan Tribun Medan / M Azhari TanjungTRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI - Tahun 2015 pedagang kaki lima seputaran tanah lapang merdeka Binjai akan direlokasi ke bekas GOR lama Binjai Jl Gatot Subroto. Relokasi tersebut dikarenakan tahap pembangunan akhir bekas GOR lama yang disulap menjadi Foodcourt sudah hampir rampung pembangunannya."Pembangunan bekas GOR lama tersebut Insyallah Desember ini rampung, dan pedagang akan kita relokasi kesana," terang Walikota Binjai saat ditemui dipasar Bundar Binjai, Rabu (3/12/2014).Idaham mengatakan, nantinya pedagang yang akan direlokasi ke bekas GOR lama tersebut merupakan PKL Tanah Lapang Merdeka. Kemungkinan Januari mendatang pedagang akan direlokasi."Yang pastinya, selesai tahap pembangunan, baru kita relokasi pedagangnya," terangnyaRelokasi nantinya yang dilakukan, bukan hanya permasalahan keindahan kota saja, namun tepatnya lebih kepada keteraturan kota saja. Dengan adanya pusat jajanan, tentunya Binjai bukan sebagai kota persinggahan saja bagi wisatawan luar yang ingin ke Bukit Lawang. Selain sudah rampung, pembangunan GOR lama saat ini jelasnya, pemko Binjai sedang mencari lokasi untuk membangun pasar khusus pakaian bagi pedagang pakaian yang setiap malamnya meramaikan Jalan Sudirman. "Kita tidak mau mengguyur saja, ini lagi saya pikirkan dimana mereka nanti diletakkan. Saya ingin ada pasar seperti Jakarta yang hanya menjual pakaian seperti PKL tersebut," teranya.Tidak hanya itu saja, Pasar Tenggurono yang terletak di Jalan Soekarno Hatta tepatnya dipintu perbatasan mau ke Medan akan disulap menjadi pasar onderdil. "Jadi, warga dari Aceh, Langkat dan perbatasan tidak usah jauh-jauh sampai ke Medan, cukup disini saja," terangnya.Untuk itu semua, dirinya sudah melakukan kordinasi dengan Menteri Perdagangan Ramhmad Gobel terkait pengembangan pasar di Binjai. Namun, dari pembangunan pasar itu semua yang membuat ia kecewa mandeknya pembangunan pasar modern Rambung. Padahal, ia menargetkan pasar tersebut selesai Desember ini."Memang nanti akan ada sanksinya, dengan molornya pembangunan pasar modern. Sanksi itu bisa saja pemutusan kontrak atau yang lainnya," ucapnya.Ia menjelaskan, mandeknya dana dalam pembangunan pasar tersebut dikarenakan menggunakan dana BDB dari Pemprov Sumut. "Walaupun nanti diputuskan hubungan kontraknya, kita akan tetap membayar Pemborong itu, sampai sejauh mana pengerjaanya," terangnya.

View the original article here



Peliculas Online

0 comments:

Post a Comment