"Kami Hadir Untuk Berikan yang Terbaik"
PR Officer Siloam Hospital Group, Cixo Sianipar saat melakukan diskusi di Kantor Harian Tribun Medan, Kamis (20/11/2014) Laporan Wartawan Tribun Medan / Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Siloam Hospital akan hadir di Kota Medan. Saat ini proses pembangunan gedung rumah sakit yang berada di Jalan Imam Bonjol telah hampir rampung dikerjakan dan tinggal menunggu izin dari pemerintah kota Medan.
Cixo sianipar, PR Officer siloam hospital group saat berkunjung ke Kantor Harian Tribun Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Kamis (20/11/2014) mengatakan, seperti di kota-kota sebelumnya, Siloam Hospital hadir di Medan dengan mengutamakan servis yang baik untuk pengunjung dan pasien yang tidak kalah dengan rumah sakit di Singapura atau di Malaysia.
“Kita hadir di Medan juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rumah sakit lokal juga tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Semuanya sama, mulai dari dokter, obat dan peralatan medisnya, hanya saja memang dari servis kita sedikit tertinggal untuk itu Siloam hospital mencoba memberikan servis yang tak kalah dari rumah sakit di luar negeri,” ujarnya.
Ia menuturkan, Siloam Hospital dari sisi equipment sama dengan rumah sakit seperti di Singapura atau Malaysia. Dokter-dokter yang ada di Siloam Hospital merupakan dokter lokal, begitu juga dokter yang ada di Siloam hospital Medan nantinya akan diisi oleh dokter-dokter lokal yang memiliki keahliannya masing-masing.
“Di Siloam hospital kita memiliki pengobatan bedah saraf dan jantung. Kebanggan Siloam Hospital kita memiliki seorang dokter Ahli Bedah Saraf Otak yang juga menjabat Committee Education untuk World Federation, Austral-Asia Society dan Asia Congress Prof Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono SpBS. Semua dokter kita juga mendapatkan pembelajaran yang lebih mendalam dari Prof Eka,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, walau Prof Eka berada di Siloam Hospital pusat namun ia juga mengkordinir semua tim dokter yang ada di daerah. Siloam memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menghadirkan teleconference yang apabila ada keadaan darurat Prof Eka dan dokter yang bersangkutan bisa saling berkomunikasi.
“Di tahun 2018, Siloam Hospital menargetkan membangun 50 rumah sakit, diantaranya 30 klinik dan 20 siloam express. Di Medan akan dibangun dua Siloam express. Siloam express yaitu gedungnya lebih kecil namun peralatan, obat dan dokter tetap sama. Siloam express hadir agar masyarakat yang tinggal di daerah tidak perlu jauh-jauh untuk ke Siloam hospital pusat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini sudah ada 19 Siloam Hospital di Indonesia salah satunya termasuk di Medan. Siloam Hospital juga ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dengan mengadakan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan berbagai instansi seperti mengadakan senam jantung, yang melibatkan berbagai komunitas, tidak hanya komunitas anak muda saja tetapi komunitas lansia atau orang tua.
“Di Jakarta CSR yang sudah pernah kita lakukan yaitu senam jantung, lalu ada juga pemeriksaan gratis seperti pemeriksaan gula darah, dan setiap ada program car free day kita juga mencoba melibatkan diri,” jelasnya.
Ia mengatakan, planingnya Siloam Hospital dibuka pada bulan Desember mendatang. Saat ini pihak Siloam Hospital sedang mengurus perizinan. Siloam Hospital akan menghadirkan sekitar 150 bed untuk tahap awal dan menargetkan 300 bed di Medan. Siloam Hospital akan menangani hingga pasien kelas tiga.
“Siloam Hospital tidak ingin membeda-bedakan pasien, untuk itu kita menangani hingga kelas tiga. Kita juga sudah bekerjasama dengan BPJS. Dengan BPJS kita juga menerima cuci darah, dan itu baru ada di Siloam Hospital,” katanya.
(cr3/tribun-medan.com)
View the original article here

0 comments:
Post a Comment