BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat
Gubernur Bank Indonesia, Agus Marto Wardojo (tengah) TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 ini diprediksi mencapai 5,1 persen kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo. Kata dia dengan pengurangan subsidi BBM, justru pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Ia mengatakan tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bisa mencapai 5,4-5,8 persen.
Kepada wartawan usai menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2014), Agus mengatakan untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi itu, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerima arahan dari JK untuk mengantisipasi inflasi akibat kenaikkan harga BBM.
"Agar inflasi ke depan dapat terjaga, dan stabilitas ekonomi makro dapat terjaga dan kemudian bisa dicapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," katanya.
JK kata dia telah memberikan sejumlah arahan, antara lain dengan meningkatkan kordinasi antara pusat dan daerah, terutama mengenai biaya angkutan di daerah agar bisa dikendalikan.
Sektor pangan juga sempat disinggung dalam pertemuannya dengan JK. Harga pangan kata dia adalah salah satu aspek yang mempengaruhi tingkat inflasi.
"(Dengan JK) Juga dibicarakan tentang kemungkinan pertumbuhan ekonomi ke depan, adanya investasi, pembiayaan investasi," ujarnya.
BI sendiri menaikkan bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,75 persen untuk mengendalikan inflasi, mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi. BI menargetkan inflasi tahun depan berada pada kisaran 4 persen plus minus 1 persen.
Agus mengatakan pihaknya tidak ingin ekspektasi inflasi jadi tekanan yang mengganggu ekonomi. Sejauh ini bank sentral melihat dalam satu dua bulan terakhir ada ekspektasi inflasi yang meningkat, dan hal itu bisa mengganggu usaha pemerintah mengejar target inflasi.
“Itu semua bisa terdesak oleh ekspektasi inflasi, ini kalau dibiarkan bisa berkelanjutan oleh karena itu BI melihat faktor ekspektasi inflasi ini harus dipatahkan," tandasnya. (*)
View the original article here

0 comments:
Post a Comment