Showing posts with label banjir. Show all posts
Showing posts with label banjir. Show all posts

Hujan Deras, Jakarta Dikepung Banjir


Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan banjir pagi ini. Sejumlah jalanan protokol pun tergenang.

Pembaca Estu Dwi Prakoso menginformasikan genangan air setinggi 30 cm di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/12/2014). Sejumlah pengendara memilih berputar balik.

"Pengendara yang nekat menerobos arus banjir menyebabkan mobil dan motor mereka mogok," kata Estu.

Genangan juga terjadi di depan Kampus Jayabaya, Pulomas, Jakarta Timur arah Cempaka Mas, Jakpus. Pembaca bernama Vernando menginformasikan banyak pengendara motor yang terjebak karena tingginya genangan.

Dikutip dari situs TMC Polda Metro Jaya pukul 09.22 WIB, genangan terjadi di Jalan Matraman, Jaktim, Jl S Parman, Jl Green Garden, Jl Jelambar, Jakbar.

- Banjir 20-30 cm Perempatan Matraman-Pasar Pramuka
- Banjir 30-40 cm di Kampung Duri-Duri Kosambi Cengkareng Jakbar. 
- Banjir 20-30 cm di Green Garden Jl. Panjang Jakbar.

Banjir di Tapanuli Tengah Rendam 8 Desa



Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanggul Sungai Aek Sirahar di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara jebol dan merendam delapan desa.

Informasi dihimpun, Rabu (17/12/2014), delapan Desa yang terendam banjir yaitu, Desa Kinali, Ujung Batu, Bunga Tanjung, Kampung Mudik, Desa Terandam, Padang Masiang, Pasar Batu Gerigis dan Kampung Solok.

Koordinator Pos Tim SAR Tapteng, Abdul Rahman mengatakan, warga di delapan desa yang mengalamai banjir sempat terisolir karena tingginya rendaman air.

"Curah hujan tinggi jadi penyebab banjir. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Kondisi sekarang banjir sudah menyusut,"jelas Abdul.

Menurut salah seorang warga yang bernama Habibie, banjir sudah terjadi sejak Minggu 14 Desember.

Ketinggian mencapai satu meter.

"Sudah sejak hari Minggu kemarin banjirnya. Ketinggian air mencapai satu meter, kalau mengungsi sudah ada, bahkan ada rumah yang hampir hanyut sebelah," ujar Habibie.

Pengakuan Habibie, belum ada penanganan dari pemerintah setempat terkait banjir tersebut.

"Kita berharap ada penanganan yang cepat, karena fasilitas pemerintah juga sudah ada yang rusak, misalnya Pos pemantau DKP juga hancur," ujarnya.