Showing posts with label ahok. Show all posts
Showing posts with label ahok. Show all posts

Ahok Memberikan Hadiah Kepada Korea Utara Hewan Khas Indonesia Yaitu OrangUtan !!!


Gubernur DKI Jakarta Ahok akan memberikan hadia ke pada pemimpin Korea Utara yang bernama Kim Jong Un yaitu satwa khas Indonesia, orangutan. Pemberian itu sangat diharapkan dapat mempererat tali persahabatan antara Indonesia dengan Korea Utara.

"Kita saja pernah kasih Hungaria hewan yang bernama komodo. Kan semua merupakan kota bersaudara jadi kita kirim hewan-hewan khas kita. Orangutannya nanti dari Ragunan," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

‎Orangutan yang akan di berikan oleh Ahok adalah berjumlah sepasang dan bila pasangan hewan tersebut memiliki anak, maka bayi orangutan tersebut akan dikembalikan ke Indonesia untuk di pelihara.

nanti nya Korea Utara  juga akan memberikan hadiah kepada indonesia hewan khas mereka. Tetapi Ahok masih belum tahu ingin meminta hewan apa. "untuk Soal barter hewan Aku masih memikirkan nya ingin hewan apa ," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Menurut Ahok, pemberiaan hewan untuk negara lain sebagai hadiah bukanlah pertama kali di lakukan oleh indonesia. Pemberian hewan khas ini sudah pernah dilakukan sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Fauzi Bowo.

Kebetulan perwakilan negeri komunis itu tengah berada di Tanah Air. Korea Utara telah memenuhi undangan Indonesia untuk dapat menghadiri perhelatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika atau yang biasa di sebut (KAA). Namun pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak dapat hadir karena berhalangan. Tetapi Kehadirannya itu telah diwakili oleh Ketua Presidium Korea Utara yang bernama Kim Yong-Nam.

Pada hari Selasa, 21 April 2015 kemarin, Ahok sempat bertemu muka dengan Ketua Presidium Komite Rakyat Korea Utara Kim Yong-nam. Dalam pertemuan tersebut yang diselenggarakan di sebuah Hotel yang bernama Intercontinental yang berada  di jakarta, kedepan nya Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Korea Utara telah bersepakat untuk memperkuat kerja sama sister city atau kota mitra yang telah terjalin antara Jakarta dan Pyongyang. (Ndy/Ado)

Ahok Mengungkap Soal dana APBD 2015 Yang Di Potong oleh kemendagri Secara misterius !!!


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa di sebut dengan Ahok mengaku heran dengan pemangkasan besaran APBD 2015 oleh Kementerian Dalam Negeri.

Kementerian Dalam Negeri telah menyetujui APBD DKI pada tahun 2015 hanya lah sebesar Rp 69,28 triliun dari yang diajukan oleh Pemprov DKI sebesar Rp 72,9 triliun.

Menurut perkataan Ahok, meski telah dipangkas/dipotong oleh Kementerian dari Dalam Negeri mencapai sebesar Rp 3,6 triliun, tetapi anggaran tersebut seharus nya tidak hilang begitu saja ,tetapi seharus nya anggaaran itu masuk ke dalam dana cadangan daerah.

"Makanya lucu kalau kita ini di tata negara, kalau kamu menghapus Rp 3,6 triliun itu kan tidak bisa dibiarkan begitu saja , itu duitnya harus nya masih ada. Kalau kamu nggak setuju dipakai buat belanja apapun, harus nya itu menjadi dana cadangan daerah.

"Bukan berarti kamu main buang saja dana APBD sebesar Rp 3.6 triliun . Ini kan ada duitnya , harusnya dana tersebut masuk ke dana cadangan negara. kan kalau seperti ini Jadi nya lucu, harusnya jumlahnya itu tetap Rp 72,9 triliun, kata Ahok ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2015)

Kemudian Ahok menjelaskan jika kerugian menggunakan Pergub ialah disaat Pemprov DKI Jakarta memiliki uang semakin banyak , tetapi tetap saja tidak bisa pergunakan dalam merubah dana APBD.

"kami ada budget tahun 2015 penghasilannya itu saja lebih tinggi dari tahun 2014, itu saja sudah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran. Jadi apakah kelemahan pergub dan perda tidak ada beda nya ? Ada. Kerugian Pergub yaitu ketika semakin uangnya bertambah banyak, Anda tetap saja tidak bisa di membuat perubahan pada pemakaiannya," kata Ahok.

"tetapi bukan berarti perubahan Perda dan Pergub itu begitu saja pagunya langsung diturunin Rp 3,6 triliun. Itu sama aja dengan belum kerja sudah langsung SiLPA ( sisa lebih perhitungan anggaran )," kata Ahok

sekarang ini pihaknya ahok tengah menunggu pencairan atas anggaran itu yang diperkirakan akan turun pada tanggal 20 April 2015. setelah anggaran nya di sahkan ,Pihaknya akan langsung segera bekerja

"begitu tanggal 20 april 2015 sudah disusun selesai anggaran nya , langsung jalan dan langsung bisa dipakai," tutup Ahok.

Hina Keluarga Ahok, Seorang Menteri Di Laporkan.



Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise dituding telah mencemarkan nama baik dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerab di sapa Ahok. Yohana juga di katakan menghina keluarga besar Ahok karena mengatakan pernyataan keras Ahok sebagai cermin dari keluarganya. 

"ia sama sekali tidak mengenal keluarga Ahok. Pernyataannya sangat menyesatkan dan sama sekali tidak mendasar. Kami akan melaporkan bu Menteri ke Polda Metro Jaya" ucap koordinator Front Pembela Ahok atau (AFP) Parulian saat Car Free Day di Bundaran HI. Minggu (29/3/2015)

parulian juga menambahkan bahwa pencemaran nama dan penghinaan ini telah di sebarluaskan lewat salah satu media on line. Saat itu Bu Menteri mengkritik dari gaya bicara Pak Gubernur saat tampil di salah satu televisi.

Sebelumnya Pak Gubernur mengumpat dengan menyebutkan kotoran manusia dalam wawancara live. Kejadian itu berawal saat Pak Gubernur di tanyakan seputar korupsi APBD DKI Jakarta. Pak Gubernur telah di peringatkan supaya tidak berkata kasar. Namun karena tersulut emosi mantan dari Bupati Belitung ini tidak menghiraukannya.


Tahun Ini, Ahok Wajibkan Seluruh PKL Bayar Retribusi "Autodebet"



Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menargetkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) di seluruh wilayah di Ibu Kota sudah menggunakan retribusi autodebet tahun ini. Sehingga pada tahun 2016 mendatang, DKI sudah bisa menerapkan kegiatan jual beli dengan sistem transaksi non tunai.  

"Pokoknya tahun ini seluruh PKL di Jakarta lima wilayah harus sudah menggunakan sistem autodebet dalam membayar retribusi," kata Basuki, dalam acara peluncseuran retribusi autodebet di lokasi binaan PKL ikan dan burung hias, di Jalan Gunung Sahari 7A, Jakarta, Kamis (29/1/2015).  

Sementara itu, Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto meyakini program retribusi pedagang melalui autodebet ini memberikan manfaat kepada Pemprov DKI dan pedagang. 

Menurut dia, transaksi non tunai ini mengurangi kebocoran retribusi, adanya pungutan liar, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi. Seluruh PKL harus memiliki rekening tabungan di Bank DKI. Jika tidak, maka para pedagang tidak boleh menempati kios. 

Nantinya, tiap tanggal 15 setiap bulannya, tabungan pedagang akan di-autodebet-kan untuk membayar retribusi. 

"Kalau tanggal 15 enggak ada saldonya, kami autodebet-kan lagi tanggal 20 atau 25. Kalau hingga akhir bulan masih enggak ada dananya, ya berarti dia nunggak. Dengan begini kita tahu siapa pedagang yang tertib atau tidak," ujar Martono. 

Ia berharap pembayaran retribusi secara non tunai ini tidak hanya pedagang di Gunung Sahari saja, tetapi juga seluruh pedagang di Jakarta. 

"Memang awalnya ribet bayarnya. Tetapi setelah biasa, pedagang malah menganggapnya jadi mudah, enggak perlu ke bank," kata Martono. 

Salah satu contoh PKL yang telah membayar retribusi secara non tunai adalah 83 PKL ikan hias di Jalan Gunung Sahari 7A, Jakarta Pusat.