Showing posts with label Menjadi. Show all posts
Showing posts with label Menjadi. Show all posts

Berapa Sebenarnya Pembantu yang Menjadi Korban di Rumah Syamsul Anwar?

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Helfi Assegaf mengatakan pembongkaran kuburan Hermin dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya. Sebelumnya, Hermin diduga meninggal karena ditengelamkan anggota Syamsul Anwar, majikannya.


"Kita melakukan pembongkaran kuburan agar mengetahui penyebab kematian Hermin," katanya Sabtu (6/12/2014).


Helfi mengatakan dengan dilakukannya otopsi terhadap jenazah Hermin akan diketahui penyebab utama kematian wanita asal Semarang ini.


"Kalau memang ditenggelamkan seharusnya ada air di paru-parunya," katanya.


Selain itu, dengan dilakukannya otopsi akan diketahui penyebab utama kematian korban dengan pemeriksaan yang menyeluruh yang dilakukan tim Dokkes Polda Sumut yang dipimpin oleh dokter ahli forensik dr Surjat Sigh.


"Kalau perlu DNA nya dan lainnya juga diperiksa," katanya.


Wakapolresta Medan, AKBP Hondawantri Naibaho mengatakan Hermin sudah bekerja selama 2 tahun di rumah keluarga Syamsul Anwar. Sebelumnya Hermin bekerja di Jakarta.


Namun Hondawantri belum mengetahui berapa total pekerja rumah tangga yang menjadi korban Syamsul Anwar dan keluarganya.


"Kita akan minta keterangan saksi-saksi agar mengetahui berapa total pekerja di rumahnya yang sudah tidak lagi bekerja dan tidak diketahui keberadaannya," katanya. 

Visi USBI Menjadi Universitas yang Berkesinambungan

Visi USBI adalah menjadi sebuah universitas yang berkesinambungan dan diakui secara internasional, sesuai dengan filosofi Putera Sampoerna Foundation dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia dan juga untuk mendidik calon pemimpin masa depan, sesuai dengan karakteristik yang ingin dibangun oleh USBI, yaitu kepemimpinan, entrepreneurship, bertanggung jawab sosial, dan berkomitmen untuk memberi lebih kepada masyarakat Indonesia melalui keterlibatan bersama Putera Sampoerna Foundation.


“USBI merupakan universitas yang bertaraf internasional dan mengadopsi kurikulum dari Amerika. Kurikulum USBI meliputi tiga komponen yaitu Pendidikan Umum, Disiplin, dan Pengembangan Profesional. Di sini kita tidak melulu teori tetapi lebih ke praktek langsung. Untuk membangun jiwa leadership dengan mengundang orang-orang penting seperti CEO perusahaan, Presiden hingga pejabat seperti Gubernur. Hal itu kami lakukan agar siswa terbiasa bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang penting,” jelas Henky wijaya, head manager putera sampoerna foundation saat berkunjung ke kantor Redaksi Tribun Medan, Jumat (5/12/2014).


Ia mengungkapkan, Program USBI American Indonesian Mobility Strategy (AIMS). Program AIMS menawarkan  berbagai pilihan internasional dan tabungan ribuan dolar dengan satu-satunya program bergelar Associate dari Amerika Serikat di Indonesia. 


“Lengkap dengan jalur kembali ke Indonesia, program AIMS memungkinkan meraih tiga gelar dalam empat tahun,” ungkapnya.


 Ia menuturkan, Biaya kuliah di USBI masih bersaing dengan kampus-kampus lainnya dan harganya masih cukup bagus. Kita juga memiliki program beasiswa. USBI hadir untuk memberikan kesempatan kepada generasi Indonesia yang ingin kuliah internasional tanpa perlu jauh-jauh keluar negeri dan menghabiskan biaya yang mahal.