Showing posts with label Kecelakaan Pesawat. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan Pesawat. Show all posts

Jet Tempur Nato Gagal Lepas Landas, 10 Orang Tewas



Madrid - Pesawat tempur F-16 milik Yunani jatuh dalam latihan NATO di Spanyol. Kebakaran dan asap hitam pun mengepul ke udara di pangkalan udara Los Llanos di Spanyol tenggara.

"10 Orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Lebih dari 12 orang luka-luka, tujuh di antaranya dalam kondisi serius dan kritis," kata juru bicara pihak NATO seperti dikutip dari VOA News, Selasa (27/1/2015).

"Pesawat jet itu sedang tinggal landas ketika menabrak sejumlah pesawat yang ikut dalam latihan NATO dan sedang diparkir," jelas juru bicara pihak NATO itu.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan duka-cita kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan pesawat itu. "Peristiwa itu merupakan tragedi yang menimpa seluruh keluarga NATO," kata dia.

"Mereka yang meninggal 10 personel militer Perancis dan Yunani. 8 Dari mereka yang tewas dari Perancis dan 2 lainnya dari Yunani," kata Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy dikutip dari The Globe and Mail.

Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan dalam sebuah pernyataan, korban luka sudah mencapai 21 orang.

"Sebelas dari mereka yang cedera merupakan warga Italia, dan sepuluh lainnya orang Perancis," tutur dia.

"Lima di antara mereka menderita luka bakar parah dan sudah dibawa ke rumah sakit Madrid untuk pengobatan. Sisanya menjalani perawatan di Kota Albacete," demikian dijelaskan Kementerian Pertahanan Spanyol.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan lima warga negara mereka yang ikus serta dalam pelatihan tersebut mengalami luka berat. Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dilaporkan akan menuju ke TKP hari Selasa.

"Jet dengan 2 kursi itu lepas landas namun kehilangan daya dorong dan jatuh ke daerah basis di mana pesawat lain yang terlibat dalam latihan Pakta Pertahanan Atlantik Utara sedang diparkir," kata Kementerian Pertahanan Spanyol.

Lima jet rusak dan pernyataan dari kementerian pertahanan Italia mengatakan banyak helikopter mengalami kerusakan.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut kecelakaan itu sebuah tragedi yang mempengaruhi keluarga NATO secara keseluruhan. Kementerian Spanyol mengatakan jet yang jatuh mengambil bagian dalam latihan NATO disebut Tactical Leadership Program (TLP).

Menurut situs Angkatan Udara AS, TLP dibentuk pada tahun 1978 oleh angkatan udara Venezuela Tengah NATO untuk memajukan kemampuan taktis dan menghasilkan taktik, teknik dan prosedur yang meningkatkan operasi udara multi-nasional taktis.

1 Jenazah Pramugari Air Asia QZ8501 Ditemukan


Tim evakuasi AirAsia QZ8501 kembali menemukan 3 jenazah pagi ini. Dari jumlah tersebut, 2 di antaranya laki-laki dan 1 perempuan.

"Satu berpakaian pramugari," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2014).
Proses evakuasi jenasah dilakukan seiring terus ditemukannya 
jenasah yang diduga penumpang AirAsia QZ8501

Namun ketiga jenazah belum diidentifikasi. Termasuk jenazah yang menggunakan seragam pramugari.

Bambang menjelaskan, 3 jasad yang dievakuasi itu ditemukan pada pukul 06.00 WIB berjenis kelamin laki-laki, pukul 06.55 WIB berjenis kelamin perempuan berseragam pramugari, dan pukul 06.55 WIB berjenis kelamin laki-laki.

Tiga jasad itu ditemukan di Sektor V pencarian, atau di bagian utara Laut Jawa dekat Selat Karimata. Di perairan sekitar lokasi ini, sejumlah barang dan serpihan pesawat serta 3 jasad juga ditemukan kemarin.

Dengan penemuan ini, total jenazah dari penumpang AirAsia QZ8501 yang sudah ditemukan 6 orang. "Posisi terakhir ada 6 jenazah yang sudah dievakuasi. Perkembangan sangat dinamis," lanjut Bambang.

Dia melanjutkan, 6 jasad itu sudah berada di kapal dan tengah menuju ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Namun, karena cuaca buruk masih tak bersahabat di sekitar lokasi, maka perjalanan ke Pangkalan Bun masih belum bisa dilakukan.

"Setelah (cuaca) baik nanti, 6 jasad ini kita langsung geser ke Pangkalan Bun," ucap Bambang.

Proses pencarian Pesawat AirAsia QZ8501 dan penumpangnya dilakukan sejak pesawat tersebut dilaporkan hilang dari pantauan radar, Minggu 28 Desember 2014. Jejak pesawat baru ditemukan Selasa 30 Desember.

Air Asia Di Temukan, SAR Pontianak Geser ke Pangkalan Bun

Anggota Basarnas meneropong ke arah perairan Belitung Timur
 saat melakukan pencarian pesawat Air Asia QZ8501, 

Kepala Sub Seksi Operasi SAR Pontianak, Yulius Cahyono mengungkapkan, setelah mendapat kabar adanya penemuan pesawat AirAsia di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pihaknya langsung dikontak Basarnas pusat untuk berpindah ke wilayah tersebut.

Kata Yulius, sejak pukul 17.00 WIB tadi Posko SAR Pontianak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak resmi ditutup.

"Posko di Lanud Supadio ditutup mulai pukul 17.00 WIB, hari ini. Kita fokus ke Pangkalan Bun, itu sesuai perintah dari pusat," ujar Yulius di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (30/12/2014) malam.

Sekitar pukul 17.00 WIB, lanjut Yulius, beberapa personel SAR berangkat menuju ke Pangkalan Bun melalu jalur darat dari Pontianak.

"Kita hanya satu mobil saja. Mulai dari kapal sudah di sana. Korban juga disimpan di sana, nggak dibawa ke Supadio, karena kejauhan ke sini, langsung berubah jadwal. Kita langsung beres-beres kemas barang di sini. Ada beberapa 4 staf yang ikut," tutup Yulius.

Memasuki hari ke-3 pencarian, tim pencari menemukan sejumlah benda dan serpihan yang diduga merupakan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu 28 Desember 2014 pagi. Temuan itu berada di Sektor 5 pencarian, yakni di bagian utara Laut Jawa dekat Selat Karimata atau dekat dengan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Selain itu di sekitar lokasi temuan tersebut, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo milik TNI Angkatan Laut (AL) juga menemukan 6 jasad manusia yang mengapung di permukaan laut atau sekitar 20 mil dari ditemukannya emergency exit door (pintu darurat pesawat). 3 Jasad di antaranya sudah dievakuasi menggunakan KRI Bung Tomo.

Kini seluruh temuan-temuan itu, termasuk jasad yang sudah dievakuasi dibawa ke Pangkalan Bun. Khusus untuk jasad-jasad yang sudah ditemukan akan diterbangkan dari Pangkalan Bun ke Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim Dissaster Victim Identification (DVI) Polri.

Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu terbang dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya mendarat di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan register PK-AXC itu dipiloti Kapten Iriyanto dan kopilot Kapten Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.

Pesawat AirAsia QZ8501 berpenumpang 155 orang, terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan.