Showing posts with label Apresiasi. Show all posts
Showing posts with label Apresiasi. Show all posts

Adik Ahok Belajar Jamu di Pabrik Sido Muncul

 Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama yang juga adik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta, mengajak jajarannya mengunjungi pabrik jamu Sido Muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami ingin mengembangkan potensi alam yang ada di Belitung Timur, seperti budi daya tanaman herbal," kata Basuri saat berkunjung di Pabrik PT Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Pada kunjungan kerja di Ungaran yang merupakan rangkaian dari kunjungan kerja ke Yogyakarta itu, Basuri didampingi 32 kepala desa, empat camat, kepala dinas, dan beberapa pejabat Pemkab Belitung Timur.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi alam yang menjadi kekuatan untuk memajukan daerah-daerah, termasuk Belitung Timur yang selama ini cenderung lebih banyak mengeksplorasi potensi pertambangan.
"Paling banyak kan pertambangan timah di sana (Belitung Timur). Sekarang kalau timah habis mau 'ngapain'? Makanya, saya ajak kades, camat, dan jajaran terkait belajar budi daya tanaman," katanya.
Ia menyebutkan sebenarnya Pemkab Belitung Timur sudah merintis pertanian melalui budi daya beberapa tanaman herbal, seperti alang-alang yang juga sudah dikirimkan ke Sido muncul untuk dites kualitasnya.
"Kemarin baru beberapa karung (alang-alang) coba kami kirim ke sini (Sido muncul) untuk dites, apakah layak sebagai bahan baku industri. Namun, ternyata kurang karena belum kering betul," kata Basuri.
Pada kesempatan itu, ditandatangani pula nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Belitung Timur dengan PT Sido Muncul tentang kerja sama budi daya tanaman herbal, penggunaan bahan baku, dan penggunaan pupuk herbal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sido muncul Irwan Hidayat mengatakan kunjungan itu merupakan kali pertama kades dari luar pulau mengunjungi pabrik Sido muncul untuk belajar berbagai hal tentang jamu.
"Kami harapkan bisa bekerja sama dengan Pemkab Belitung Utara. Bentuknya macam-macam, bisa budi daya tanaman, penggunaan bahan baku, penggunaan pupuk herbal Sidomuncul hingga alih teknologi," katanya.
Irwan mengatakan pihaknya akan mengkaji tanaman herbal jenis apa yang cocok dikembangkan di Belitung Timur untuk kemudian bisa digunakan untuk memasok bahan baku industri jamu dan farmasi Sidomuncul.
"Selama ini sudah ada, yakni pemanfaatan kulit manggis. Nantinya, kami 'ngajarin', mengusulkan penanaman pohon-pohon herbal yang sekiranya cocok di sana (Belitung Timur), mungkin kayu putih," tukasnya.

Ahok Kini Miliki Kekuatan Militer


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di Mabes TNI, Cilangkap, 
 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki kekuatan militer seusai diberi baret hitam dan disematkan brevet kehormatan mitra ketahanan daerah TNI. Basuki bisa meminta bantuan kepada Pangdam khususnya dilaksanakan jika terjadi bencana alam.

"Gubernur memiliki kekuatan militer, jadi kekuatan militer ini bukan hanya milik Panglima TNI saja. Apabila terjadi sesuatu, Gubernur DKI tidak segan meminta bantuan Pangdam Jaya untuk melaksanakan kepentingan rakyat demi kesejahteraan dan keamanan rakyat," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko seusai memasangkan baret kepada Basuki, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/12/2014).

Moeldoko menegaskan, personelnya siap siaga jika Basuki telah memberi instruksi. Keistimewaan ini tidak hanya diberikan untuk Basuki, namun juga diberikan kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia. Selain itu, baret serta brevet yang diberikan bisa dipergunakan Basuki untuk mengambil alih menjadi inspektur upacara militer.

TNI, kata dia, selalu mendukung penuh pembangunan sebuah daerah. Menurut dia, pemerintah daerah dan TNI saling membutuhkan. Saat Indonesia diserang negara luar, pemerintah bersama TNI harus dapat mengamankan sumber daya nasional yang ada. 

Sementara itu sumber daya nasional, sarana dan prasarana kota berada pada kewenangan kepala daerah atau Gubernur. Gubernurlah yang paling mengetahui kondisi masyarakatnya masing-masing. 

"Perlu sinergitas dan kolaborasi aktif proaktif dalam menjaga sistem pertahanan. Sistem pertahanan ini bisa dibangun bersama-sama Gubernur dengan TNI," kata Moeldoko.

Kata Ahok, Tentara Tergiur Gaji PNS DKI





Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku masih berupaya untuk tidak mengambil pihak luar menjadi pejabat DKI. Basuki mengaku masih memercayai kinerja para pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang berkompeten.

"Selama dua tahun ini, saya tidak mau memasukkan orang-orang dari luar," kata Basuki dalam acara Talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran, di Balaikota, Kamis (11/12/2014).


Basuki mengklaim, tak sedikit pihak luar yang berminat menjadi pejabat DKI. Salah satunya anggota TNI. Menurut dia, banyak tentara dengan pangkat letkol dan kolonel yang mengantre menjadi pejabat DKI.

"Letkol dan kolonel kalau pindah ke DKI, golongannya bisa langsung IV-B. Mereka saya taruh saja jadi lurah dan camat, dengan gaya seperti saya dan disiplin yang tertanam," kata Basuki.

Menurut Basuki, tentara itu tergiur dengan gaji PNS DKI yang tergolong tinggi. Belum lagi, Basuki menjanjikan gaji sebesar Rp 12 juta bagi PNS DKI dengan golongan terendah. Besarnya gaji PNS DKI ini membuat Basuki diledek oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

"Pak KSAD meledek saya bilang, pengin jadi lurah dan camat saja di Jakarta. Jadi lurah paling enggak bisa bawa pulang Rp 25 juta. Gaji KSAD saja enggak segede itu gajinya. Ha-ha-ha," kata Basuki tertawa.

Apresiasi Buat KPK Jika Boediono Ditetapkan Tersangka

 Inisiator skandal Bank Century, Mukhammad Misbakhun, menuturkan akhirnya terjadi kemajuan signifikan dari kasus Bailout Bank Century yang sudah ditunggu lama oleh seluruh rakyat Indonesia penuntasan kasusnya.


"Kalau berita tersebut benar adanya, saya mengapresiasi keberanian KPK yang akhirnya berani menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka walaupun harus menunggu Pak Boedionopensiun dulu sebagai wakil presiden," kata Misbakhun dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (5/12/2014).


Menurutnya, keberanian KPK juga tidak boleh berhenti hanya di PakBoediono semata, KPK harus tetap konsisten mengejar sampai tuntas siapa aktor intelektual dibalik kasus Bailout Bank Century.


"Karena sangatlah tidak mungkin yang pada 2008 saat keputusan bailout Bank Century diambil, Pak Boediono hanyalah seorang Gubernur Bank Indonesia," kata anggota Fraksi Golkar tersebut.


Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Adnan Pandu Praja menyatakan KPK sudah menetapkan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka kasus Bank Century. Kasus Boediono, kata Adnan, adalah satu dari 435 kasus yang telah ditangani KPK selama 10 tahun terakhir.


"Ada menteri, gubernur, bupati/walikota, diplomat. Terakhir kami sudah men-tersangka-kan Mantan Wakil Presiden, Boediono, menangkap tangan ketua Mahkamah Konstitusi, kemudian BPK sebagai lembaga tinggi negara," kata Adnan dalam diseminasi buku putih tentang lima perspektif antikorupsi bagi lembaga perwakilan rakyat di Pekanbaru, Kamis (5/12/2014) kemarin.


Adnan menyatakan, penetapan Boediono bisa mengalahkan prestasi lembaga serupa di negara lain seperti di Hong Kong. KPK Hong Kong, merupakan lembaga pemberantasan korupsi terbaik di dunia.